<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pulau Seribu Jakarta</title>
	<atom:link href="http://pulauseribujakarta.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pulauseribujakarta.com</link>
	<description>Pulau Seribu Voucher Hotel Discount Ph:021-7668477 (office hours)</description>
	<lastBuildDate>Thu, 04 Mar 2010 09:54:09 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pemprov DKI diminta segera operasikan 8 kapal</title>
		<link>http://pulauseribujakarta.com/2010/03/pemprov-dki-diminta-segera-operasikan-8-kapal/</link>
		<comments>http://pulauseribujakarta.com/2010/03/pemprov-dki-diminta-segera-operasikan-8-kapal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 09:54:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Seputar Pulau Seribu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pulauseribujakarta.com/?p=906</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA (bisnis.com): Pemprov DKI diminta segera mengoperasikan delapan kapal penumpang tujuan Kepulauan Seribu, Jakarta, yang terancam menjadi besi tua karena tidak dipakai.
Padahal, kapal yang terdiri dari dua unit kapal Lumba-Lumba berkapasitas 50 tempat duduk per unit dan enam kapal Kerapu berkapasitas 30 tempat duduk per unit, sangat dibutuhkan warga.
“Oleh karena itu kami meminta Pemprov [DKI] [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA (bisnis.com): Pemprov DKI diminta segera mengoperasikan delapan kapal penumpang tujuan Kepulauan Seribu, Jakarta, yang terancam menjadi besi tua karena tidak dipakai.<span id="more-906"></span></p>
<p>Padahal, kapal yang terdiri dari dua unit kapal Lumba-Lumba berkapasitas 50 tempat duduk per unit dan enam kapal Kerapu berkapasitas 30 tempat duduk per unit, sangat dibutuhkan warga.</p>
<p>“Oleh karena itu kami meminta Pemprov [DKI] segera mencari solusi untuk mengoperasikan delapan unit kapal tersebut,” kata Ketua Komisi B DPRD DKI Selamat Nurdin (F-PKS) di Jakarta, hari ini.</p>
<p>Dia berharap warga Kabupaten Kepulauan Seribu, termasuk kalangan pengusaha wisata bahari, agar tidak berhenti mendesak Pemprov mengoperasikan kapal yang dibeli dengan dana dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) itu.</p>
<p>Selain itu, Komisi B DPRD juga mengundang Dinas Perhubungan DKI yang memiliki kewenangan mengelola dan mengoperasikan armada transportasi ke wilayah kepulauan tersebut untuk rapat, dengan harapan rapat dapat mengatasi masalah yang menjadi kendala pengoperasian delapan kapal Lumba-Lumba dan Kerapu itu.</p>
<p>“Di antara kendala yang sering dikemukakan adalah masalah dana operasional, keterbatasan nakhoda dan kemungkinan kerja sama dengan pihak lain untuk mengoperasikan,” ujarnya.</p>
<p>Menurut catatan Bisnis.com, kapal penumpang bernama Lumba-Lumba dan Kerapu itu tidak lagi beroperasi sejak akhir tahun lalu setelah berakhirnya APBD 2007 dan tidak dianggarkan kembali pada APBD 2008.</p>
<p>Sedangkan pelayanan penyeberangan warga Kepulauan Seribu ke daratan Jakarta dilayani dengan kapal kayu milik perorangan yang disebut kapal ojek, yang barangkat dan tiba di pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara dan Tanjung Pasir, Tangerang.</p>
<p>Kapal ojek dengan tarif Rp10.000 per penumpang itu melayani tiga pulau, yakni Pulau Kelapa, Panggang, dan Pulau Tidung.(er)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pulauseribujakarta.com/2010/03/pemprov-dki-diminta-segera-operasikan-8-kapal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hilangnya Keelokan Pulau Panggang</title>
		<link>http://pulauseribujakarta.com/2010/03/hilangnya-keelokan-pulau-panggang/</link>
		<comments>http://pulauseribujakarta.com/2010/03/hilangnya-keelokan-pulau-panggang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 09:46:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Seputar Pulau Seribu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pulauseribujakarta.com/?p=904</guid>
		<description><![CDATA[Setengah tahun terakhir, berbagai jenis sampah mengepung sepanjang pesisir Pulau Panggang dan Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu. Akibatnya, keelokan wisata di wilayah ini tak lagi kelihatan.
Karena kondisi itu, dua pulau itu kini tak ubahnya sebagai wilayah tak bertuan.
Yang nampak kini ialah sampah plastik, potongan kayu, ranting, eceng gondok, puntung rokok, dan batu timbul menghampar di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setengah tahun terakhir, berbagai jenis sampah mengepung sepanjang pesisir Pulau Panggang dan Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu. Akibatnya, keelokan wisata di wilayah ini tak lagi kelihatan.<span id="more-904"></span></p>
<p>Karena kondisi itu, dua pulau itu kini tak ubahnya sebagai wilayah tak bertuan.</p>
<p>Yang nampak kini ialah sampah plastik, potongan kayu, ranting, eceng gondok, puntung rokok, dan batu timbul menghampar di sepanjang tepi laut. Ditambah lagi aroma tak sedap menyeruak kemana-mana. Terutama tercium bagi mereka yang baru tiba dengan naik perahu.</p>
<p>Padahal, selama ini daerah itu menyimpan panorama alam yang luar biasa dan menarik bagi wisatawan. Pada waktu masih jaya-jayanya, setiap hari, tak henti-hentinya turis, baik lokal dan mancanegara datang. Baik sekedar melihat-lihat kekayaan alam atau menginap di Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang.</p>
<p>Tapi keadaan telah terbalik. Sedikit-demi sedikit pupularitas pulau ini menurun.</p>
<p>Tragisnya lagi, warga setempat yang sebenarnya sangat menginginkan terjaganya kelestarian alam, ternyata tidak dapat berbuat banyak dengan keadaan ini.</p>
<p>Sejumlah warga Pulau Panggang yang ditemui VIVAnews mengungkapkan perubahan pemandangan ini berawal dari tidak beroperasinya kantor suku dinas yang berkerja di bidang kebersihan sejak 2009.</p>
<p>Warga tidak tahu apa yang terjadi dengan dinas itu. Yang jelas, sejak suku dinas ini tidak beroperasi lagi, biaya operasional sehari-hari untuk kapal dan kendaraan pembersih sampah laut pun terhenti. Dan kapal itu hanya diparkir di sebelah selatan Pulau Panggang.</p>
<p>Tak hanya itu, alat-alat pengolahan sampah bantuan dari Pemerintah Provinsi pun kena imbas. Mesin pembakar sampah (isolator), dua kapal laut, motor darat untuk pengangkut sampah kini buruk sekali nasibnya. Isolator tidak lagi berfungsi, satu unit kapal laut telah karam, dan mesin sepeda motor rusak.</p>
<p>Ketiadaan dana untuk perawatan kendaraan inventaris pemerintah yang bernilai ratusan juta rupiah itu, membikin 14 tenaga honorer di Pulau Panggang yang semula diberi tanggung jawab merawat kendaraan operasional, angkat tangan.</p>
<p>Ke-14 tenaga honorer itu kini seperti tenaga sukarela saja. Mereka tidak diberikan honor lagi. Tapi tetap diminta untuk tetap menjaga barang inventaris.</p>
<p>Kalaupun ada perawatan terhadap kapal, itupun mereka lakukan sebatas kemampuan. Misalnya hanya mengelap badan kapal. Tapi untuk memanasi kapal, mereka tidak sanggup lagi karena tentunya harus pakai bahan bakar. Sementara tidak ada uang untuk itu.</p>
<p>Warga setempat juga harus bekerja keras sendirian untuk membersihkan pantai dan lingkungan pulau. Karena bagaimanapun daerah ini milik mereka. Tapi, hasilnya tentu saja tidak maksimal. Karena sampah pantai yang harusnya dibersihkan dengan bantuan kapal, sekarang hanya dilakukan dengan tangan biasa yang tentunya daya jangkaunya sangat terbatas.</p>
<p>Gara-gara sampah ini pula, baru-baru ini baling-baling kapal yang ditumpangi rombongan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo macet. Sebab terjerat sampah laut.</p>
<p>Itu pengalaman menarik yang menurut warga harusnya jadi pembelajaran.</p>
<p>Apapun yang terjadi di sana, kini untungnya masih ada warga yang peduli dengan lingkungan walau kemampuan mereka sangat terbatas. Sampah-sampah di darat, seperti plastik, puntung  rokok, maupun sampah lainnya yang dibuang wisatawan, juga mereka bersihkan sendiri.  Sampah ini kemudian ditimbun di dekat Dermaga Pulau Panggang. Padahal, pada waktu isolator masih beroperasi, sampah-sampah ini dibakar untuk dijadikan pupuk kompos.</p>
<p>Warga tidak ingin keadaan ini berlangsung terus, mengingat walaupun jumlahnya tidak sebanyak dulu, wisatawan masih saja ada yang berdatangan setiap hari ke Pulau Panggang dan Pulau Pramuka.</p>
<p>Warga setempat hanya minta Fauzi Bowo untuk betul-betul memperhatikan masalah ini jika ingin keelokan Pulau Panggang dan Pulau Pramuka tetap lestari.</p>
<p><span id="text_closed">• VIVAnews </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pulauseribujakarta.com/2010/03/hilangnya-keelokan-pulau-panggang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asyiknya Mengeksplorasi Keindahan Pulau Tidung</title>
		<link>http://pulauseribujakarta.com/2010/03/asyiknya-mengeksplorasi-keindahan-pulau-tidung/</link>
		<comments>http://pulauseribujakarta.com/2010/03/asyiknya-mengeksplorasi-keindahan-pulau-tidung/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 16:10:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Seputar Pulau Seribu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pulauseribujakarta.com/?p=830</guid>
		<description><![CDATA[TEMPO Interaktif, Jakarta &#8211; Sungguh mengasyikkan pengalaman pertama mengunjungi gugusan Kepulauan Seribu, di tengah cuaca kurang bersahabat, persis pada hari pertama tahun baru lalu. Bersama empat teman, saya menjelajahi sebuah pulau di Kepulauan Seribu, yang sempat dijuluki Maladewa-nya Indonesia. Namanya Pulau Tidung. Ia terdiri atas dua pulau, yaitu Pulau Tidung Kecil dan Pulau Tidung Besar. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #666666;"><strong>TEMPO <em>Interaktif</em></strong></span>, <span style="color: #666666;"><strong>Jakarta</strong></span> &#8211; Sungguh mengasyikkan pengalaman pertama mengunjungi gugusan Kepulauan Seribu, di tengah cuaca kurang bersahabat, persis pada hari pertama tahun baru lalu. <span id="more-830"></span>Bersama empat teman, saya menjelajahi sebuah pulau di Kepulauan Seribu, yang sempat dijuluki Maladewa-nya Indonesia. Namanya Pulau Tidung. Ia terdiri atas dua pulau, yaitu Pulau Tidung Kecil dan Pulau Tidung Besar. Sampai saat ini Pulau Tidung Kecil tak berpenghuni. Adapun Pulau Tidung Besar dihuni sekitar 4.000 jiwa penduduk, dan salah satu pulau yang penduduknya terbanyak di antara pulau-pulau di gugusan Kepulauan Seribu.</p>
<p>Pulau Tidung bisa dicapai dengan menumpang &#8220;Feri&#8221;&#8211;julukan warga setempat untuk sebuah kapal kayu berbahan bakar solar yang panjangnya 55 meter dan lebar 3 meter. Jadwal pemberangkatan kapal dengan daya angkut sekitar 100 orang itu pada pukul 07.15 dari dermaga Muara Angke, Jakarta Utara, dengan ongkos Rp 33 ribu per orang. Karena itu, agar tak ketinggalan kapal, saat subuh kami sudah meluncur ke Muara Angke dengan taksi. Cuma, kami sempat <em>muter-muter</em> mencari jalan masuk ke pelabuhan karena tak ada petunjuk yang jelas.</p>
<p>Hari masih begitu pagi, tapi matahari sudah sedikit demi sedikit merangkak naik. Namun kami bersyukur bisa menyaksikan <em>sunrise</em> pertama di tahun baru. Kami melangkahkan kaki menuju kerumunan para penumpang yang akan menuju pulau-pulau di Kepulauan Seribu. Kulihat mereka berpencar mencari kapal yang akan membawa ke pulau tujuan. Beberapa penumpang menuju kapal yang akan bertolak ke Pulau Pramuka, Pulau Untung Jawa, dan ada pula yang setujuan dengan kami, Pulau Tidung.</p>
<p>Kapal yang kami cari ternyata <em>nyempil</em> di sebelah kapal yang lumayan besar dengan tujuan Pulau Pramuka. Sesampai di kapal, para penumpang mengambil posisi masing-masing. Kami sengaja mengambil tempat di geladak kapal, tanpa pengaman apa pun, agar leluasa melihat pemandangan. Sang kapten kapal berkali-kali meminta beberapa penumpang supaya berada di dalam dengan alasan keselamatan.</p>
<p>&#8220;Kalau cuaca baik, bisa ditempuh dua jam, kok,&#8221; kata kapten sebelum kapal berangkat. Beberapa menit kemudian, kapal mulai merangkak perlahan menjauh dari dermaga Muara Angke. Awalnya perjalanan masih menyenangkan. Namun, ketika melewati Pulau Untung Jawa, Onrust, dan Pulau Bidadari, tiba-tiba &#8220;<em>drettttttt brettt&#8230;</em>&#8220;, kapal seolah melompat tinggi. Ternyata ombak sedikit meninggi, suasana pun tidak senyaman tadi.</p>
<p>Setelah kejadian serupa berulang-ulang, tiba-tiba kapal berputar arah melewati Pulau Rambut. Sang awak kapal mengatakan, &#8220;Kita harus menghindar dulu karena di ujung sana tidak terlihat matahari. Pulau Tidung ditutupi kabut, mungkin juga badai.&#8221; Uhh&#8230;.</p>
<p>Kapal lain yang menuju Pulau Pramuka, di belakang kami, melakukan hal yang sama. Lebih-kurang 30 menit kapal kami berhenti di atas laut yang tenang di dekat Pulau Rambut. Kapten naik ke geladak. &#8220;Kalau ada yang mau ke Untung Jawa, boleh deh saya <em>mampirin</em>,&#8221; kata sang kapten, dengan gaya agak kocak. &#8220;Tapi saya <em>dibayarin</em> Pop Mie, ya.&#8221;</p>
<p>Saya dan teman-teman bersedia jika penumpang lain juga mau mampir. Tapi mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing, dengan gurat kekhawatiran di wajah mereka. Merasa tawarannya tidak mendapat respons, sang kapten kembali ke ruangannya dan menjalankan tugasnya kembali.</p>
<p>Demi mengikuti peringatan si kapten, yang berkali-kali memberikan <em>warning</em>, kami meninggalkan geladak untuk bergabung dengan penumpang lain di dalam kapal. Belum sampai 30 menit, lagi-lagi kapal diterjang ombak, dan itu terus terjadi hingga kapal mendarat di dermaga Pulau Tidung empat setengah jam kemudian. Saya pun mabuk&#8211;kejadian pertama selama melakukan perjalanan dengan moda transportasi darat, laut, dan udara. Sungguh perjalanan yang rasanya tidak ingin saya ulang lagi.</p>
<p>Sesampainya di dermaga Pulau Tidung, abang-abang tukang becak menawarkan jasa mengantarkan ke penginapan. Tapi kami memilih berjalan kaki menuju Losmen Pak Haji. Seraya melangkahkan kaki, saya memperhatikan sekeliling: rumah-rumah sederhana para penduduk, pohon pisang di kanan-kiri jalan, cemara hijau, jalanan setapak dengan <em>paving block</em> yang nyaman, senyum ramah para penduduk. Sesekali saya harus berhenti dan sedikit menyingkir guna memberikan ruang bagi pengendara sepeda yang tengah menyusuri pulau ini. Kami jadi kepingin juga bersepeda ria berkeliling pulau.</p>
<p>Setelah berjalan sekitar 200 meter, kami tiba di losmen yang kami pesan dari Jakarta. Kami menyewa sebuah rumah dengan satu kamar tidur, dua tempat tidur <em>double bed</em>. Rumah ini memiliki tiga ruangan, dengan fasilitas kulkas, televisi , kamar mandi, serta air minum gratis. Berlima kami dikenai biaya Rp 250 ribu per malam.</p>
<p>Jika tidak ingin menginap di losmen yang lumayan mahal, pengunjung bisa mendapatkan penginapan alternatif, yakni tinggal di rumah-rumah penduduk dengan biaya Rp 75-100 ribu per malam.</p>
<p>Beristirahat sebentar, makanan pun datang, dengan porsi untuk 13 orang, yang terdiri atas cumi balado, ikan goreng, sayuran, dan nasi, yang mesti kami bayar Rp 15 ribu sekali makan. Setelah makan, saya sempatkan tidur untuk melepaskan kepenatan selama perjalanan di atas kapal, sambil menunggu teman-teman salat Jumat.</p>
<p>Beberapa saat kemudian, pesanan datang: alat <em>snorkeling</em> dan sepeda sudah siap di depan losmen. Kegiatan yang harus asyik dilakukan di Pulau Tidung adalah bersepeda, menyusuri pantai dari Tidung Besar ke Tidung Kecil, dan tentunya menikmati pemandangan bawah laut dengan <em>snorkeling</em> dan berenang.</p>
<p>Untuk sewa sepeda, kita cukup mengeluarkan kocek Rp 10 ribu. Adapun biaya perlengkapan <em>snorkeling</em> lengkap Rp 35 ribu. Pengunjung juga bisa menyewa <em>lifevest</em> atau alat <em>snorkeling</em> saja.</p>
<p>Tibalah saatnya untuk mengeksplorasi pulau yang sempat disebut-sebut sebagai Maladewa-nya Indonesia ini. Pulau Tidung memang mirip Maladewa, pulau di Lautan Hindia, 435 mil barat daya Sri Lanka. Sampai kedalaman 50 meter, lautnya masih dangkal. Laut hijau kebiruan, air jernih, beratapkan langit biru cerah.</p>
<p>Kring&#8230; kring&#8230; kring&#8230;. gowes&#8230; gowes. Saya sempat menertawakan diri sendiri yang berkali-kali terpeleset akibat lupa cara mengendarai sepeda. Untung akhirnya bisa juga. Saya jadi teringat kenangan masa kecil ketika bersepeda.</p>
<p>Bersepeda di Pulau Tidung, kita harus berhati-hati karena sepeda-sepeda yang ditawarkan tergolong tua. Bahkan ada yang tidak memiliki rem sama sekali. Sadel beberapa sepeda pun sudah tidak nyaman untuk diduduki.</p>
<p>Walau demikian, saya benar-benar menikmati bersepeda keliling pulau melewati rumah-rumah penduduk, sesekali bertukar senyum dengan mereka, menikmati semilir angin dan deru ombak. Dari kejauhan, saya menatap keindahan ciptaan Tuhan: hamparan laut biru kehijauan yang luas, berpadu padan dengan langit biru cerah dan pepohonan rindang di kiri-kanan jalan.</p>
<p>Saya terus mengayuh sepeda menuju sebuah pulau tanpa penghuni nan eksotik, yaitu Pulau Tidung Kecil. Nah, Pulau Tidung Kecil terkenal dengan pasir putihnya. Di sini juga merupakan spot menarik untuk melakukan <em>snorkeling</em>.</p>
<p>Untuk mencapai Tidung Kecil, dari Pulau Tidung Besar, kita harus melewati jembatan yang panjangnya lebih-kurang 2 kilometer. Adakalanya sepeda pun mesti kita jinjing. Bersepeda di atas jembatan yang lebarnya mungkin hanya 1,5 meter ini bisa menjadi sebuah pengalaman tak terlupakan. Ada dua pilihan: tetap mengayuh sepeda dengan perasaan deg-degan karena ada beberapa bagian dari jembatan yang bolong tanpa pengaman atau berjalan berjejer sambil mendorong sepeda. Kalau bersama pasangan, pasti sangat romantis. Sambil berjalan atau mengayuh sepeda, kita tidak akan pernah luput dari pemandangan bawah laut yang terdapat di kanan-kiri jembatan. Laut luas dengan guratan biru transparan, terumbu karang yang indah, sesekali kita bisa melihat ikan-ikan berenang, sungguh terpesona ketika menatap jauh kedalaman laut nan biru.</p>
<p>Sesampai di Pulau Tidung Kecil, kami sempat menikmati pemandangan bawah laut, melakukan <em>snorkeling</em>, dan berenang. Berkali-kali kami mencoba untuk tidak menyentuh terumbu karang nan indah, apa daya terkadang tak mampu menahan gejolak tangan yang gatal.</p>
<p>Satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah menikmati matahari senja di Pulau Tidung. Semua itu kami dapatkan setelah selesai melakukan <em>snorkeling</em>. Cuaca memang agak sedikit tidak bersahabat. Angin bertiup, namun tidak memupuskan sang surya berganti warna menuju kuning keemasan dan perlahan digantikan gelap yang menyelimuti langit Tidung Kecil dan Tidung Besar. Kami pun harus kembali ke penginapan dengan mengayuh sepeda.</p>
<p>Malam semakin larut. Kesunyian menyelimuti Pulau Tidung Besar. Berbaur dengan penduduk, saya sempat mendengar perbincangan mereka yang resah akan hasil tangkapan ikan. Sementara itu, di sudut lain, saya menyaksikan penduduk yang masih terus bekerja membuat sebuah kapal walaupun hari sudah larut. Sebuah gambaran perjuangan hidup di sebuah pulau cantik yang penuh potensi namun belum banyak terekspos.</p>
<p>Keesokan harinya, kami harus kembali ke Jakarta. Kekhawatiran akan cuaca buruk pupus tatkala melihat matahari pagi yang sangat indah di ufuk timur dengan warna merah keemasan yang dipantulkan seolah berkata bahwa esok hari cuaca akan sangat bersahabat.</p>
<p>Egita Pauline, Penikmat Perjalanan, Tinggal di Jakarta</p>
<p><strong>Lokasi pulau Tidung di Kepulauan Seribu</strong></p>
<a href="http://maps.google.com/maps?f=q&amp;hl=&amp;geocode=&amp;q=-5.844179320516916,106.60480499267578&amp;ie=UTF8&amp;ll=-5.844179320516916,106.60480499267578&amp;t=h&amp;z=10&amp;t=h&amp;maptype=G_SATELLITE_MAP" title="Pulau Tidung, Pulau Seribu"><img src="http://maps.google.com/staticmap?markers=-5.844179320516916,106.60480499267578,red&amp;zoom=10&amp;size=500x150&amp;key=ABQIAAAAr_ky_GSyIpqsLaepbIB27hRD40EpiRq2VUpsowRrxDzypDPzshSp7FscUDhNQb8bhtW49rk8qNh-Ew&amp;hl=" alt="Pulau Tidung, Pulau Seribu" title="Pulau Tidung, Pulau Seribu" /></a>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pulauseribujakarta.com/2010/03/asyiknya-mengeksplorasi-keindahan-pulau-tidung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips memilih Pulau Seribu untuk berlibur&#8230;</title>
		<link>http://pulauseribujakarta.com/2010/03/tips-memilih-pulau-seribu-untuk-berlibur/</link>
		<comments>http://pulauseribujakarta.com/2010/03/tips-memilih-pulau-seribu-untuk-berlibur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 08:22:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Ayer]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Pantara]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Putri]]></category>
		<category><![CDATA[Seputar Pulau Seribu]]></category>
		<category><![CDATA[pulau bidadari]]></category>
		<category><![CDATA[pulau sepa]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pulauseribujakarta.com/?p=810</guid>
		<description><![CDATA[Bagi yang belum mengenal pulau seribu, pulau seribu terletak di sebelah utara kota Jakarta, pulau nya sangat banyak dan tersebar, ada pulau yang kosong, pulau ber penduduk seperti pulau Pramuka, Pulau Pari, Untung Jawa dll, ada pulau konservasi seperti pulau Burung, ada pulau private yang dimiliki oleh perseorangan dan ada pulau Resort.
Nama pulau yang terdapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi yang belum mengenal pulau seribu, pulau seribu terletak di sebelah utara kota Jakarta, pulau nya sangat banyak dan tersebar, ada pulau yang kosong, pulau ber penduduk seperti pulau Pramuka, Pulau Pari, Untung Jawa dll, ada pulau konservasi seperti pulau Burung, ada pulau private yang dimiliki oleh perseorangan dan ada pulau Resort.<span id="more-810"></span></p>
<p>Nama pulau yang terdapat di pulau seribu bermacam &#8211; macam dan semua berada di kepulauan Seribu.</p>
<p><strong>Akses ke pulau seribu</strong></p>
<p>Untuk mencapai pulau seribu, saat ini hanya menggunakan tranportasi laut dan dermaga yang melayani kepulau seribu antara lain dermaga marina ancol, tanjung Priok, dermaga pasar ikan (dengan kapal ojek yaitu kapal kayu bermesin motor (inboard).</p>
<p>Untuk kapal cepat umumnya didapat dari dermaga Marina ancol dengan harga yang relatif lebih tinggi,  sewa dihitung dari kapasitas kapal dan pulau tujuan, semakin jauh pulau yang dituju, semakin tinggi harga sewa nya.  maklum untuk konsumsi bahan bakar kapal cukup tinggi rata-rata menghabiskan 60 &#8211; 70 liter bahan bakar per jam per mesinnya..</p>
<p>Untuk tujuan pulau Resort, umumnya manajemen pulau telah menyiapkan kapal &#8211; kapal speed boat nya dengan berbagai kapasitas penumpang.   dan saran kami jika anda ingin berlibur di pulau seribu perhatikan tips dibawah ini.</p>
<ul>
<li><strong>Tujuan berlibur..? </strong></li>
</ul>
<p>Jika Anda hanya ingin menikmati keindahan alam dan pulau seribu, Anda cukup berkunjung ke pulau terdekat seperti pulau Bidadari atau Pulau Ayer (untuk resort) dan bagi Anda yang mempunyai budget yang mepet dapat memilih pulau penduduk yang dekat seperti pulau Untung Jawa.   Pulau &#8211; pulau ini terletak dekat dengan Jakarta dengan speed boat hanya ditempuh dalam waktu 20 menit, dikarenakan lokasinya yang masih dekat dengan Jakarta maka kondisi air laut nya pun masih sama dengan Jakarta. tidak di rekomendasikan untuk snorkeling, berenang apalagi diving.</p>
<p>Untuk wisatawan yang ingin menikmati keindahan laut nya, sarannya berkunjung kepulau yang relatif jauh dari Jakarta seperti pulau Putri, Kotok, pulau Sepa atau Pulau Pantara.</p>
<p>Pulau Sepa adalah pulau yang paling budget (lebih murah) dari ke tiga pulau yang berlokasi jauh dari Jakarta. <a title="Discount rate pulau sepa" href="http://pulauseribujakarta.com/pulau-sepa/cottages-di-pulau-sepa/harga-discount-pulau-sepa/">check rate pulau sepa</a>.</p>
<ul>
<li><strong>Budget..?</strong></li>
</ul>
<p>Budget harga ke pulau Resort lebih tinggi dari pada pulau Penduduk seperti Untung Jawa, Pramuka dll.</p>
<p>Pointnya untuk budget terbatas dapat memilih paket day trip. dan jika ingin menginap, pulau Bidadari adalah pulau yang mempunyai harga terendah dari semua pulau.  dan jika ingin berkunjung ke pulau yang jauh, kami sarankan pulau Sepa.</p>
<ul>
<li><strong>Waktu berwisata</strong></li>
</ul>
<p>Untuk weekdays (senin &#8211; jumat) umumnya jumlah pengunjung kepulau seribu sedikit dan manajemen pulau umumnya mengenakan minimum penumpang.  Bulan terbaik  dalam arti gelombang yang bagus di bulan Maret,April, Mey,June,July, August..  sedangkan bulan &#8211; bulan lain umumnya laut bergelombang. tetapi belakangan ini cuaca telah berubah dan  gelombang pagi hari lebih bersahabat dari pada sore hari.</p>
<ul>
<li>Snorkeling, Diving..</li>
</ul>
<p>Untuk yang ingin snorkeling dan diving bisa memilih pulau Kulkul Kotok, Pulau Putri, Sepa dan pulau Pantara.</p>
<ul>
<li>Memancing</li>
</ul>
<p>Memancing dapat dilakukan di pulau, untuk pulau Ayer mereka menyiapkan dermaga pancing.  dan bagi yang ingin memancing ditengah laut dapat menyewa kapal kapal nelayan dengan kapasitas +/- 10 orang, harga sewa bervariasi sekitar 200 &#8211; 300 ribu / jam.</p>
<ul>
<li>Watersport</li>
</ul>
<p>Umumnya setiap resort mempunyai fasilitas watersport seperti jetski, canoe banana boat. (detail dapat dilihat di fasilitas masing- masing pulau). Pulau Putri mempunyai fasilitas lain yang free of charge antara lain; Sunset cruise, underwater tunnel aquarium dan Glass Bottom boat.</p>
<ul>
<li>Floating cottage</li>
</ul>
<p>Floating cottage adalah cottage yang didirikan diatas air laut, hanya terdapat di pulau Bidadari (type Family) dan pulau Ayer (standard,family dan VIP)</p>
<p>Semoga sedikit info diatas dapat membantu Anda memilih tempat liburan kepulau seribu seusai tujuan dan budget liburan..</p>
<p>Untuk informasi lebih jauh mengenai pulau seribu dapat hubungi kami di 021-7668477 atau disitus kami <a title="Pulau Seribu" href="http://pulauseribujakarta.com">www.pulauseribujakarta.com</a>, kami menjual paket &#8211; paket wisata kepulau seribu harga discount..</p>
<p>Selamat berlibur</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pulauseribujakarta.com/2010/03/tips-memilih-pulau-seribu-untuk-berlibur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Quick Silver Cruise Sunda Kelapa Pulau Seribu Jakarta</title>
		<link>http://pulauseribujakarta.com/2009/12/quick-silver-cruise-sunda-kelapa-pulau-seribu-jakarta/</link>
		<comments>http://pulauseribujakarta.com/2009/12/quick-silver-cruise-sunda-kelapa-pulau-seribu-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 08:16:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Quick Silver Sunda Kelapa]]></category>
		<category><![CDATA[pulau bidadari]]></category>
		<category><![CDATA[pulau seribu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pulau untung jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Quick Silver]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pulauseribujakarta.com/?p=724</guid>
		<description><![CDATA[Hari minggu kemaren tanggal 27 Desember 2009 kami mendapat undangan dari management Quick Silver Cruise Sunda Kelapa untuk ikut serta dalam tour mengelilingi teluk Jakarta.  Kapal ini cukup besar dan mewah dan saya yakin pada saat ini Quick Silver hanya satu &#8211; satu nya kapal besar pesiar  mewah yang ada di Jakarta.
Dibawah ini adalah video [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari minggu kemaren tanggal 27 Desember 2009 kami mendapat undangan dari management<strong> Quick Silver Cruise Sunda Kelapa</strong> untuk ikut serta dalam tour mengelilingi teluk Jakarta.  Kapal ini cukup besar dan mewah dan saya yakin pada saat ini <strong>Quick Silver hanya satu &#8211; satu nya kapal besar pesiar  mewah yang ada di Jakarta.</strong><span id="more-724"></span></p>
<p>Dibawah ini adalah video liputan kami di selama Quick silver mengelilingi pulau seribu di Teluk Jakarta</p>
<div><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="344" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/bqcumbZD_2I&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;rel=0" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/v/bqcumbZD_2I&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;rel=0" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></div>
<p><strong>Quick Silver Sunda Kelapa hanya ber operasi pada hari minggu, </strong>keberangkatan jam 11.30 dan mengelilingi pulau Seribu antara lain pulau Onrust, Kayangan, Bidadari, Untung Jawa, Kelor dan pulau Ayer.</p>
<p>Disetiap pulau tersebut kapal Quick silver tidak merapat. pengunjung dapat menikmati keindahan laut dan pulau seribu diatas kapal.  kapal Quick silver Sunda kelapa di lengkapi dengan fasilitas lengkap seperti air &#8211; conditioning, toilet, bars, panggung acara, TV, sofa dan lain &#8211; lain. sepanjang perjalanan anda akan dihibur dan disuguhi makanan ringan dan makan siang.</p>
<p>Kapal ini cocok untuk acara &#8211; acara keluarga, gathering perusahaan, acara ulang tahun, kapal ini mempunyai tiga lantai. dimana lantai atas berupa area terbuka yang cocok untuk menikmati pemandangan laut. dan kedua bagian belakang merupakan area terbuka untuk santai dan terdapat beberapa bangku dan meja. kemudian di bagian kabin lantai 2 terdapat sofa sofa besar, bars dan ruangan ini ber ac.  dari ruangan lantai dua ini tembus menuju lantai 1 dimana terdapat panggung acara, sofa, bars dan peralatan entertainment lainnya.</p>
<p><strong>Ingin mencoba menikmati keindahan pulau seribu dengan kapal Quick silver ? dapat hubungi kami di 021-7668477 atau 021-97755580</strong></p>
<p>Selamat mencoba..</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Lokasi Batavia Marina di Sunda Kelapa</strong></span></p>
<a href="http://maps.google.com/maps?f=q&amp;hl=&amp;geocode=&amp;q=-6.120158554593399,106.8126654624939&amp;ie=UTF8&amp;ll=-6.120158554593399,106.8126654624939&amp;t=h&amp;z=17&amp;t=h&amp;maptype=G_SATELLITE_MAP" title="Batavia Marina Jakarta"><img src="http://maps.google.com/staticmap?markers=-6.120158554593399,106.8126654624939,red&amp;zoom=17&amp;size=600x200&amp;key=ABQIAAAAr_ky_GSyIpqsLaepbIB27hRD40EpiRq2VUpsowRrxDzypDPzshSp7FscUDhNQb8bhtW49rk8qNh-Ew&amp;hl=" alt="Batavia Marina Jakarta" title="Batavia Marina Jakarta" /></a>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pulauseribujakarta.com/2009/12/quick-silver-cruise-sunda-kelapa-pulau-seribu-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>75 Persen Karang di Kepulauan Seribu Rusak</title>
		<link>http://pulauseribujakarta.com/2009/12/75-persen-karang-di-kepulauan-seribu-rusak/</link>
		<comments>http://pulauseribujakarta.com/2009/12/75-persen-karang-di-kepulauan-seribu-rusak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 12:14:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Seputar Pulau Seribu]]></category>
		<category><![CDATA[pulau seribu]]></category>
		<category><![CDATA[pulau untung jawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pulauseribujakarta.com/?p=715</guid>
		<description><![CDATA[PULAU SERIBU ( Pos Kota) –  Sekitar 75  persen karang di wilayah Pulau Seribu, Jakarta Utara rusak. Akibatnya pendapatan  nelayan terus menurun karena hampir setiap hari rata-rata 12 nelayan mencari ikan di perairan tersebut. Karena terus menurun kini  nelayan beralih profesi membudidayakan ikan sendiri dengan harapan pendapat mereka bertambah.

Dengan banyaknya nelayan beralih profesi , Pemerintah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PULAU SERIBU ( Pos Kota) – <strong> Sekitar 75  persen karang di wilayah Pulau Seribu, Jakarta Utara rusak</strong>. Akibatnya pendapatan  nelayan terus menurun karena hampir setiap hari rata-rata 12 nelayan mencari ikan di perairan tersebut. Karena terus menurun kini  nelayan beralih profesi membudidayakan ikan sendiri dengan harapan pendapat mereka bertambah.<br />
<span id="more-715"></span><br />
Dengan banyaknya nelayan beralih profesi , Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu (Pemkab Kep Seribu) mendukung program tersebut. Sedikitnya  50 tenaga pengajar diterjunkan untuk memberikan pengetahuan budidaya ikan. Hasilnya cukup memuaskan, ratusan warga mulai dari  nelayan, pelajar dari SD, SMP dan SMA mengikuti kegiatan Monitoring dan Evaluasi Muantan Lokal (Mulok) tersebut.</p>
<p>Amrizal, 45, salah seorang yang tinggal Pulau Pramuka mengaku senang dengan progam ini. Menurutnya, dengan dikirimkannya tenaga-tenaga ahli itu masyarakat lebih tahu bagai mana cara membudidayakan ikan dengan baik dan benar.</p>
<p>“Mamang tiap hari pendapatan ikan kami terus menurun, kami terus kebingungan sehingga muncullah gagasan dari para nelayan dan disambut oleh pemerintah daerah,” jelas pria yang sudah hampir 30 tahun menjadi nelayan di pulau tersebut.</p>
<p>Sekertaris Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Krisdianto,  mengakui hingga saat ini sudah <strong>18 persen nelayan di Kepulauan Seribu membudidayakan ikan sendiri.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">“Program itu harus diterapkan, agar keseimbangan alam tetap terjaga, apalagi saat ini 75 persen karang di Kepulauan Seribu telah rusak parah,” paparnya sambil menambahkan <strong>mulok  ini sangat dibutuhkan oleh  pemuda karena menyangkut pariwisata dan kelautan ini sudah saatnya diberikan di semua sekolah di Kepulauan Seribu</strong>”, ungkap Krisdianto.</p>
<p>Kepala Bagian Kesejahtraan Masyarakat (Kesmas), Dhany Sukma mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh semua sekolah di Kepulauan Seribu. Selain itu, kegiatan ini juga mengikutsertakan Dewan Pendidikan dan komite sekolah. “Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan utamanya berkenaan dengan pemanfaatan potensi lokal,” katanya. (wandi/B)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pulauseribujakarta.com/2009/12/75-persen-karang-di-kepulauan-seribu-rusak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Quick Silver Sunda Kelapa Image</title>
		<link>http://pulauseribujakarta.com/2009/12/quick-silver-sunda-kelapa-image/</link>
		<comments>http://pulauseribujakarta.com/2009/12/quick-silver-sunda-kelapa-image/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 06:33:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Quick Silver Sunda Kelapa]]></category>
		<category><![CDATA[pulau bidadari]]></category>
		<category><![CDATA[pulau seribu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pulau untung jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Quick Silver]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pulauseribujakarta.com/?p=702</guid>
		<description><![CDATA[


]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_709" class="wp-caption aligncenter" style="width: 347px"><img class="size-medium wp-image-709" title="Quick Silver Pulau Seribu" src="http://pulauseribujakarta.com/wp-content/uploads/2009/12/pulauseribuquicksilver041-300x220.jpg" alt="Quick Silver Pulau Seribu,quick silver sunda kelapa,quicksilver" width="347" height="253" /><p class="wp-caption-text">Quick silver bersandar di dermaga depan gedung Batavia Marina Sunda Kelapa</p></div>
<p style="text-align: center;">
<p><span id="more-702"></span></p>
<div id="attachment_705" class="wp-caption aligncenter" style="width: 341px"><img class="size-medium wp-image-705" title="kapal Quicksilver-pulauseribu" src="http://pulauseribujakarta.com/wp-content/uploads/2009/12/kapalQuicksilver-pulauseribu-300x139.jpg" alt="Quick Silver Pulau Seribu,quick silver sunda kelapa,quicksilver" width="341" height="157" /><p class="wp-caption-text">Quick Silver Pulau Seribu</p></div>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-703" title="Quick Silver Pulau Seribu Tampak Dalam" src="http://pulauseribujakarta.com/wp-content/uploads/2009/12/pulauseribuquicksilver052-300x223.jpg" alt="Quick Silver Pulau Seribu,quick silver sunda kelapa,quicksilver" width="326" height="241" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pulauseribujakarta.com/2009/12/quick-silver-sunda-kelapa-image/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Quick Silver</title>
		<link>http://pulauseribujakarta.com/2009/12/quick-silver-sunda-kelapa-fun-cruise-rate/</link>
		<comments>http://pulauseribujakarta.com/2009/12/quick-silver-sunda-kelapa-fun-cruise-rate/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 09:59:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Quick Silver Sunda Kelapa]]></category>
		<category><![CDATA[pulau bidadari]]></category>
		<category><![CDATA[pulau seribu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pulau untung jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Quick Silver]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pulauseribujakarta.com/?p=685</guid>
		<description><![CDATA[Quick Silver Sunda Kelapa Fun Cruise



10.30


 Check in




1.00


 Boarding time
 Enjoy welcome drink and canape




11.30


 Depart from Marina Batavia
 Life jacket demonstration
 Quick Silver Director will inform about the history of Old Sunda
Kelapa Harbor




12.00


 International Buffet lunch
 While enjoying a sumptuous lunch, Quick silver band will play
music as a background, Commentary at Bidadari, Kelor, Onrust, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Quick Silver Sunda Kelapa Fun Cruise<span id="more-685"></span></h2>
<table id="AutoNumber1" style="border-collapse: collapse; height: 260px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" bordercolor="#111111">
<tbody>
<tr>
<td width="21%" height="53" align="center">10.30</td>
<td width="79%" height="53">
<ul>
<li> Check in</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="21%" height="54" align="center">1.00</td>
<td width="79%" height="54">
<ul>
<li> Boarding time</li>
<li> Enjoy welcome drink and canape</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="21%" height="54" align="center">11.30</td>
<td width="79%" height="54">
<ul>
<li> Depart from Marina Batavia</li>
<li> Life jacket demonstration</li>
<li> Quick Silver Director will inform about the history of Old Sunda<br />
Kelapa Harbor</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="21%" height="54" align="center">12.00</td>
<td width="79%" height="54">
<ul>
<li> International Buffet lunch</li>
<li> While enjoying a sumptuous lunch, Quick silver band will play<br />
music as a background, Commentary at Bidadari, Kelor, Onrust, Untung Jawa<br />
and Ayer island</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="21%" height="54" align="center">13.00</td>
<td width="79%" height="54">
<ul>
<li> Modern sexy dance, dancing time, guest are invited to dance and<br />
sing together, magic show</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="21%" height="54" align="center">14.00</td>
<td width="79%" height="54">
<ul>
<li> Arrive at Batavia Marina</li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Fun Cruise Lunch Menu:</strong></p>
<ul>
<li>Welcome drink and canape of Chicken Spring roll</li>
<li><strong>Appetizer </strong>: Batavia Marina platter: Roasted duckling, Salmon and<br />
Corn Salad</li>
<li><strong>Soup </strong>: Tom Yam Seafood</li>
<li><strong>Main Course Buffet :</strong>
<ul>
<li>Butter rice</li>
<li>Fried noodle</li>
<li>Roasted Potatoes</li>
<li>Lasagna or Canelloni</li>
<li>Stir Fried Vegetables</li>
<li>Grilled Squid and Shrimp</li>
<li>&#8220;South China Sea&#8221; Fried chicken</li>
<li>Black pepper beef or Dendeng Ragi</li>
<li>&#8220;Batavia&#8221; Chili mango source</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Carving</strong></li>
</ul>
<blockquote><p>Beef Wellington served with mushroom sauce, black pepper sauce and BBQ<br />
sauce</p></blockquote>
<ul>
<li><strong>Dessert</strong></li>
</ul>
<blockquote>
<ul>
<li>Fruit cocktail</li>
<li>Coconut drink</li>
<li>Fresh Fruit</li>
<li>Roll cakes</li>
<li>Lumpur cakes</li>
<li>Klaapertart</li>
<li>Cream caramel</li>
<li>Assorted cake</li>
<li>Coffee or tea</li>
</ul>
</blockquote>
<p><strong>Rate per person</strong></p>
<table id="AutoNumber2" style="border-collapse: collapse" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" bordercolor="#111111">
<tbody>
<tr>
<td width="33%" align="center"><strong> Package</strong></td>
<td width="33%" align="center"><strong> Adult / Child</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="33%">Fun cruise (only on Sunday)</td>
<td width="33%">
<p align="center">Rp. 389.000</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pulauseribujakarta.com/2009/12/quick-silver-sunda-kelapa-fun-cruise-rate/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Romantisnya Bersantap di Kapal Pesiar</title>
		<link>http://pulauseribujakarta.com/2009/12/romantisnya-bersantap-di-kapal-pesiar/</link>
		<comments>http://pulauseribujakarta.com/2009/12/romantisnya-bersantap-di-kapal-pesiar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 09:34:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Seputar Pulau Seribu]]></category>
		<category><![CDATA[pulau bidadari]]></category>
		<category><![CDATA[pulau seribu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pulau untung jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Quick Silver]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pulauseribujakarta.com/?p=681</guid>
		<description><![CDATA[MENIKMATI santap malam romantis bersama pasangan atau keluarga di atas kapal pesiar sambil menerawang gemerlap lampu-lampu Kota Jakarta, adalah pesona utama Quicksilver-Sunda Kelapa Cruise.

Romantic dinner cruise di atas kapal pesiar bukanlah sesuatu yang baru. Anda bisa menemukan layanan serupa di Sungai Seine, dekat Menara Eiffel, Paris; di Sungai Thames, London, bahkan Pelabuhan Benoa, Bali.
Kota-kota besar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_682" class="wp-caption alignleft" style="width: 300px"><img class="size-medium wp-image-682" title="pulau seribu quick silver ruang" src="http://pulauseribujakarta.com/wp-content/uploads/2009/12/pulauseribuquicksilver05-300x223.jpg" alt="Ruang di Quick Silver Pulau Seribu" width="300" height="223" /><p class="wp-caption-text">Ruang di Quick Silver Pulau Seribu</p></div>
<p>MENIKMATI santap malam romantis bersama pasangan atau keluarga di atas kapal pesiar sambil menerawang gemerlap lampu-lampu Kota Jakarta, adalah pesona utama Quicksilver-Sunda Kelapa Cruise.<br />
<span id="more-681"></span><br />
Romantic dinner cruise di atas kapal pesiar bukanlah sesuatu yang baru. Anda bisa menemukan layanan serupa di Sungai Seine, dekat Menara Eiffel, Paris; di Sungai Thames, London, bahkan Pelabuhan Benoa, Bali.</p>
<p>Kota-kota besar yang terletak di pinggir laut seperti Melbourne, New York, ataupun Florida juga memiliki layanan itu. Konsepnya lebih kurang sama. Sambil bersantap dan menikmati pemandangan, Anda akan dihibur on board entertainment.</p>
<p>Di Paris, sambil meminum sampanye dan menyaksikan pendaran lampu menara Eiffel dari kejauhan, Anda akan dihibur pertunjukan kabaret Lido yang sangat populer.</p>
<p>Nah, kini Anda tak perlu jauh-jauh ke luar negeri atau ke Bali. Quicksilver-Sunda Kelapa Cruise di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara menyediakan servis serupa.</p>
<p>Selain dinner cruise di atas kapal pesiar, pengguna juga bisa memilih paket makan siang. Keduanya memiliki sensasi berbeda. Sales Manager Quicksilver-Sunda Kelapa Cruise Rikie Tjandra mengungkap, wisata di siang hari lebih di tekankan untuk menikmati pemandangan laut serta Kepulauan Seribu.</p>
<p>Bekerja sama dengan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Quicksilver-Sunda Kelapa Cruise memulai tur ini sejak 2007. Regulernya, tur seharga Rp389.000 per orang itu berangkat setiap hari Minggu dari Pelabuhan Marina Batavia, Jakarta Utara.</p>
<p>Menurut Rikie, pihaknya juga menerima banyak sekali permintaan carter pada hari-hari biasa untuk berbagai acara. Mulai acara fun gathering biasa, product launching, hingga wedding.</p>
<p>&#8220;Banyak tamu yang ingin acara weddingnya spesial,&#8221; ungkap Rikie.</p>
<p>Ada yang memilih melakukan pemberkatan di atas kapal, sementara resepsi dan pesta dilakukan di dermaga. Ada pula yang memilih melakukan pemberkatan dan resepsi dilakukan di atas kapal pesiar.</p>
<p>&#8220;Kita sih tidak masalah, asal jumlah tamu sesuai dengan kapasitas kapal yang hanya 180 orang,&#8221; bebernya.</p>
<p>Berapa harga sewanya? Untuk 2,5?3 jam perjalanan dengan paket menu buffet yang terdiri atas appetizer, sup, dessert, plus cruise service, sekitar Rp45 juta.</p>
<p><strong>Pesona Pulau Seribu</strong></p>
<p>Mencari hiburan berbeda adalah alasan warga Jakarta mengikuti tur Quicksilver-Sunda Kelapa Cruise. Menikmati perjalanan di atas kapal pesiar, sambil makan dan dihibur adalah sensasi yang unik daripada sekadar datang ke mal untuk shopping.</p>
<p>&#8220;Fun tapi tetap rileks,&#8221; ujar Toni, salah satu penumpang. Berangkat dari Dermaga Marina Batavia pukul 11.30 WIB, kapal Quicksilver melaju dalam kecepatan sedang menuju Kepulauan Seribu.</p>
<p>Kapal dua lambung tersebut akan melewati lima pulau di sana, yakni Pulau Bidadari, Pulau Onrust, Pulau Untung Jawa, Pulau Kelor, serta Pulau Air. Namun karena ukurannya yang sangat masif, kapal tidak merapat. Kapal hanya berhenti tidak jauh dari pulau-pulau tersebut selama sekitar 5?10 menit.</p>
<p>&#8220;Yang bisa dilakukan pengunjung adalah melihat aktivitas pulau dari atas kapal atau mengambil foto,&#8221; papar Rikie.</p>
<p>Kapal Quicksilver yang digunakan adalah jenis catamaran dengan dua lambung. Panjangnya 37 meter, dengan daya tampung hingga 180 orang. Sekitar 130 orang didek bawah, dan 50 orang didek atas. Kabin kapal tersebut terbagi dalam sofa-sofa yang nyaman menghadap ke panggung kecil. Di sinilah penumpang dihibur on board entertainment dari Batavia Dancer, live band, dan karaoke.</p>
<p>Setelah menyusuri Pantai Mutiara dan melewati Apartemen Regatta, makanan pembuka dihidangkan. Sambil bersantap, kapal pesiar itu pun berlayar menuju Pulau Bidadari dan berputar-putar menuju Pulau Onrust. Setelah itu, penumpang bisa menikmati menu buffet seperti butter rice, fried noodle, roasted potatoes, lasagna, grilled squid and shrimp, hingga black pepper beef.</p>
<p>Menurut Rikie,segmen Quicksilver-Sunda Kelapa Cruise sangat beragam. Mulai keluarga, reuni, ulang tahun, perusahaan, atau sekadar mereka yang ingin mencari suasana berbeda.(Koran SI/Koran SI/nsa)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pulauseribujakarta.com/2009/12/romantisnya-bersantap-di-kapal-pesiar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 Program Unggulan Camat Pulau Seribu Utara</title>
		<link>http://pulauseribujakarta.com/2009/11/5-program-unggulan-camat-pulau-seribu-utara/</link>
		<comments>http://pulauseribujakarta.com/2009/11/5-program-unggulan-camat-pulau-seribu-utara/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 15:32:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Seputar Pulau Seribu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pulauseribujakarta.com/?p=679</guid>
		<description><![CDATA[PULAU Seribu Utara merupakan wilayah yang paling bungsu di Provinsi DKI Jakarta akan terus berbenah  mengejar ketinggalan dari wilayah lain.  Dalam memajukan wilayahnya, Camat Pulau Seribu Utara telah mempersiapkan lima progam unggulan yang dicanangkan terutama untuk mengentaskan kemiskinan dan menjadikan ‘Pulauku sorgaku’.
Pulau yang ditempati sekitar 600 Kepala Keluarga terdiri dari 13.000 jiwa warga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PULAU Seribu Utara merupakan wilayah yang paling bungsu di Provinsi DKI Jakarta akan terus berbenah  mengejar ketinggalan dari wilayah lain.  Dalam memajukan wilayahnya, Camat Pulau Seribu Utara telah mempersiapkan lima progam unggulan yang dicanangkan terutama untuk mengentaskan kemiskinan dan menjadikan ‘Pulauku sorgaku’.<span id="more-679"></span></p>
<p>Pulau yang ditempati sekitar 600 Kepala Keluarga terdiri dari 13.000 jiwa warga Pulau Seribu Utara sebagian diantaranya berada di bawah garis miskin atau sekitar 19,7 persen. Warga yang paling ujung utara Kepulauan Seribu itu membutuhkan peningkatan status ekonomi yang lebih baik seperti wilayah lainnya.</p>
<p>Tuntutan ini karena  Pulau Seribu merupakan wilayah yang berlimpah dengan kekayaan laut dan pesona alamnya yang tidak kalah dengan pulau lain di Indonesia maupun di mancanegara. Tapi kenyataanya perekonomian rakyat dan kesejahteraannya masih berada dibawah.</p>
<p>Melihat penderitaan rakyatnya, Edy Junaedi  yang sejak kecil bercita-cita jadi camat akan merubah dari garis kemiskinan akan dijadikan warga yang mampu. “Saya akan menjalankan tugas ini sebagaimana menjalankan amanah dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,”ungkap Edy.</p>
<p>Memang diaku untuk mewujudkan semua itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Meski begitu dirinya tetap yakin apa yang dicita-citakan akan terwujud, asalkan ada dukungan dari masyarakat dan bawahannya.</p>
<p>“Kelima lima program itu antara lain, meningkatan pariwisata berbasis komunitas, pengembangan potensi kelautan berbasis komunitas, penguatan modal sosial masyarakat, peningkatan SDM masyarakat lokal dan Membangun profesionalisme perangkat.</p>
<p>Dirinya juga akan mengundang wisatawan asing untuk datang ke wilayahnya. “Kedepan  kita berupaya menjadikan Pulau Seribu sebagai tempat kunjungan wisata baik turis dari dalam negeri maupun luar negeri seperti di Bali,” ungkap lelaki kelahiran 30 November 1976 ini. (wandi/B)</p>
<p>Pos Kota</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pulauseribujakarta.com/2009/11/5-program-unggulan-camat-pulau-seribu-utara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
