Seribu persoalan di Kepulauan Seribu

1 Comment
Tags:
Posted 22 Oct 2011 in News, Seputar Pulau Seribu

Safari Ramadan Gubernur DKI Fauzi Bowo ke Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu Jakarta, kemarin, diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi pelaksanaan program pembangunan infrastruktur di daerah tersebut.
Pembangunan infrastruktur sangat didambakan warga yang tinggal di sejumlah pulau dari 180 pulau yang terdapat di wilayah teritorial kabupaten itu agar tidak semakin tertinggal dengan perkembangan pembangunan di wilayah daratan Jakarta.

Memang sangat ironis jika Jakarta sebagai kota metropolitan yang katanya sudah bertaraf internasional dan menjalin sister city dengan beberapa kota besar di negara maju, ternyata masih terdapat daerah tertinggal di wilayahnya.

Pulau Pramuka sebagai Ibu Kota Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu masih mengalami keterbatasan energi listrik, sehingga pulau seluas 9 hektare dengan jumlah penduduk sekitar 1.004 jiwa harus mengalami pemadaman listrik secara bergilir.

Pembangkit listrik tenaga diesel di pulau itu sudah overcapacity bukan karena pertambahan konsumen dan pemakaian listrik, melainkan beberapa genset yang sudah rusak.

“Saya pun tidak berani menyalakan radio itu, takut listriknya bermasalah,” kata Purwoto, Kepala Biro Humas Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu sambil menunjuk radio tape yang terletak di atas meja dalam ruang kerjanya.

Pernyataan Purwoto semakin menjelaskan mengapa dua penyiar radio di Pulau Seribu untuk sementara berlibur. Pasalnya, studio pemancar satu-satunya Kepulauan Seribu itu sejak sepekan lalu tidak bisa menyapa pendengar setianya.

Padahal, melalui radio itu seharusnya disiarkan secara langsung kegiatan safari Ramadan Gubernur DKI yang ditandai dengan kehadiran Muhayat, Sekda Prov DKI, ke kantor kabupaten dan dilanjutkan salat Jumat di Masjid Al Ma’muriyah.

Sebelum khotbah Jumat dimulai, Muhayat mewakili Gubernur DKI menyerahkan bantuan kitab suci Al Quran dan sejumlah dana untuk kegiatan masjid serta santunan bagi anak-anak yatim di Pulau Pramuka.

Mengatasnamakan gubernur dia juga menyampaikan pesan-pesan kepada jemaah masjid, yang dipancarkan melalui load speaker di menara masjid sehingga dapat didengar para ibu yang berada di rumahnya.

Seusai Jumatan, Muhayat dengan speed boat berkapasitas 10 orang penumpang langsung meninggalkan Pulau Pramuka, dilepas oleh Bupati Kepulauan Seribu Burhanuddin bersama staf di dermaga.

Selanjutnya bupati pun bergegas berlayar ke Pulau Pari untuk menyambut kedatangan Gubernur DKI Fauzi Bowo, yang bergantian dengan Muhayat giliran salat Asar di Masjid Al Ihlas di Pulau Pari, masih dalam rangkaian safari Ramadannya.

Safari Ramadan Gubernur yang diakhiri buka puasa bersama di Pulau Untung Jawa mungkin dapat menyegarkan kembali ingatan para pengambil kebijakan di Pemprov DKI dan umumnya di negeri ini bahwa ada keterbelakangan dan sekaligus potensi di Kepulauan Seribu.

Kendala infrastruktur

Keterbelakangan infrastruktur di wilayah Kepulauan Seribu telah menghambat proses penggalian potensi sumber daya alam yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warganya.

Beberapa potensi yang bisa dikembangkan antara lain perikanan yang sudah dirintis di Pulau Harapan. Di lokasi tersebut terdapat ikan bandeng yang dapat dipanen sebanyak 2 ton per minggu dan ikan kerapu 2 kuintal per 6 bulan.

Selanjutnya, kini 48 dari 108 pulau sudah dikelola menjadi tempat rekreasi dan wisata bahari yang cukup menarik a.l. Pulau Bidadari dan Pulau Ayer. Bahkan pulau berpenghuni juga ramai dikunjungi wisatawan lokal pada akhir pekan.

Namun, pengelolaan sumber daya alam di wilayah Kepulauan Seribu hingga kini masih terkendala masalah infrastruktur, terutama listrik dan transportasinya. Jaringan listrik melalui kabel bawah laut baru melayani wilayah selatan Kepulauan Seribu, sementara wilayah utara masih mengandalkan genset yang sering padam.

Padahal banyak investor yang sudah maupun berminat mengelola pulau untuk kegiatan rekreasi dan wisata bahari yang menunggu realisasi pembangunan jaringan kabel listrik PLN bawah laut yang dijadwalkan mulai tahun depan.

Apabila masalah infrastruktur ini tidak segera diselesaikan, bukan tidak mungkin, keindahan Kepulauan Seribu perlahan akan tertutupi oleh seribu persoalan yang masih dihadapinya. (nurudin.abdullah@bisnis.co.id)

Oleh Nurudin Abdullah
Wartawan Bisnis Indonesia

Originally posted 2009-09-15 19:47:10. Republished by Blog Post Promoter


1 Comments

  1. Ban

    Selain dari genset yang terbatas di pulau seribu, persoalan nya adalah tranportasi kapal di kepulauan seribu masih sangat minim sekali dan biayanya pun relatif mahal. Jika ingin memajukan kepulauan seribu, transportasi adalah masalah utama yang harus segera dipecahkan, kepulauan seribu memerlukan kapal yang murah,cepat dan dapat beroperasi secara regular. Hanya saja kendala investasi kapal dan biaya operasional, Maintenance nya sangat mahal. Tidak ada salah nya untuk mencoba kapal jenis hovercraft seperti yang ada di negara2 eropah, dimana jenis kapal ini dapat menempuh kecepatan sampai 30 knots, irit bahan bakar karena hull kapal dari sejenis pelampung dan tidak memerlukan dermaga khusus.
    Kapal ini dapat di operasikan sebagai shuttle boat mengunjungi beberapa pulau dikepulauan seribu seperti layaknya bus, semoga saran ini dapat menjadi masukan kepemda Pulau seribu



Add Your Comment