Pemerintah Pusat Lirik Kepulauan Seribu

No Comments
Posted 21 Apr 2010 in News, Seputar Pulau Seribu
BERITAJAKARTA.COM — 04-03-2009 18:52

Tingginya potensi wisata di Kepulauan Seribu membuat pemerintah pusat berniat mengembangkannya. Tak main-main, dalam 10 tahun ke depan pemerintah pusat menargetkan Kepulauan Seribu menjadi destinasi wisata berskala internasional. Untuk anggaran akan diusahakan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), APBD, serta dukungan swasta.

Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan (Pemkab Kep) Seribu merinci, dari 110 pulau terdapat 45 pulau yang berpotensi menjadi destinasi wisata internasional. Sayangnya, hingga kini baru 11 pulau yang dikelola diantaranya, Pulau Bidadari, Air, Kotak, Sepa, dan Putri.

Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata, Departemen Pariwisata dan Kebudayaan RI, Firmansyah Rahim, mengatakan, pemerintah pusat telah sepakat untuk menjadikan kawasan Kepulauan Seribu ini sebagai destinasi wisata yang berkualitas dan berskala internasional. “Skema awalnya, pemerintah akan memilih pulau – pulau potensial untuk dijadikan tempat wisata bagi turis mancanegara,” ujarnya usai bertemu Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Balaikota, Rabu (4/3).

Menurutnya, anggaran pengembangan tempat wisata itu bisa diambil dari APBD, APBN maupun dukungan dari pihak swasta. Saat ini yang diperlukan dalam pengembangan kota wisata itu adalah membangun infrastruktur, transportasi, dan aksebilitasnya. Karenanya perlu dilakukan penanganan bersama antara pemerintah daerah dengan pusat.

Sementara, Bupati Kepulauan Seribu, Abdul Rachman Andit, mengatakan, saat ini di Kepulauan Seribu terdapat 45 pulau berpotensi wisata. Untuk menarik perhatian wisatawan mancanegara, rencananya di 45 pulau itu akan dibangun resort. Namun saat ini yang terealisasi baru ada di 11 pulau. Bahkan lima pulau resort itu sudah eksis atau aktif. Kelima pulau itu masing-masing adalah, Pulau Bidadari, Air, Kotok, Sepa, dan Putri.

Jumlah Wisatawan Menurun

Belum tergalinya potensi wisata di Kep Seribu membuat tingkat kunjungan wisatawan tak beranjak naik. Bahkan pada 2008, terjadi penurunan yang drastis. Tercatat, terjadi penurunan wisatawan hingga 80 persen jika dibanding dengan tahun sebelumnya. Jika pada 2007 kunjungan wisatawan mencapai 180 ribuan, maka pada tahun 2008, hanya mencapai 50 ribuan pengunjung.

Penurunan jumlah wisatawan itu disebabkan banyak faktor. Antara lain adalah, adanya kriss global yang melanda dunia sehingga menyebabkan banyak hal seperti, naiknya harga komponen atau suku cadang kendaraan, tingginya harga sewa resort di lima pulau itu. Kemudian akibat adanya pencemaran karbol yang sudah 3 kali terjadi di Kepulauan Seribu.

Agar kunjungan wisatawan kembali melonjak, Pemkab Kep Seribu dalam waktu dekat ini akan segera menggelar workshop. Tujuannya untuk menjabarkan secara luas tentang kekayaan alam dan wisata yang terkandung di Kepulauan Seribu. Pemkab Kepulauan Seribu juga akan membantu mengembangkan kawasan tersebut dengan membangun infrastruktur seperti, jaringan listrik, telepon, bandara, dan dermaga.

Sebenarnya di Kepulauan Seribu saat ini telah memiliki bandara yang dibangun pada tahun 1990 lalu. Panjang landasan bandara adalah 930 meter dan rencananya akan diperpanjang menjadi 1.400 meter agar dapat disinggahi pesawat berukuran besar. Untuk perluasan landasan bandara itu, biayanya akan dianggarkan pada tahun 2011 sebesar Rp 180 miliar. Dan dianggarkan Rp 300 miliar untuk pembuatan dermaga dan kolam pelabuhan.

Sedangkan menurut Sekjen Gabungan Pengusaha Wisata Indonesia (Gahawisri), Didin Junaedi, sebelum tahun 2000-an sebenarnya Kepulauan Seribu pernah mengalami kejayaan. Namun belakangan ini justru mengalami degradasi dan jumlah wisatawan menurun.

Originally posted 2009-08-21 08:16:36. Republished by Blog Post Promoter


Add Your Comment