Jumat, 28 Agustus 2009 | 06:14 WIB
Jakarta, Kompas – Listrik di Pulau Pramuka kembali mati total, Rabu (26/8) malam. Hal ini disebabkan genset pembangkit listrik tidak kuat menanggung beban yang ada. Untuk mengatasi kekurangan daya tersebut, penggunaan listrik di pulau itu akan dipadamkan secara bergiliran.
”Kami terpaksa menyalakan listrik secara bergiliran setiap harinya. Jika hari ini bagian barat yang padam, besok bagian timur yang dipadamkan,” kata Purwoto, Humas Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Seribu, Kamis (27/8).
Untuk mengatasi kesulitan air bersih, Purwoto menjelaskan, warga yang mendapat giliran pemadaman listrik akan mendapatkan waktu satu jam untuk menampung air bersih sebelum listrik dipadamkan.
Padamnya listrik di Pulau Pramuka karena beban yang terlalu berat. Genset yang tersedia di pulau itu hanya berdaya 500 megawatt, tetapi beban yang ada hampir 500 megawatt.
Beban itu terus bertambah karena kunjungan wisata ke Pulau Pramuka semakin hari semakin bertambah. Saat ini jumlah penduduk di pulau ada 900 jiwa. Adapun wisatawan yang berkunjung mencapai 1.000 orang setiap minggunya.
”Kami benar-benar kesulitan. Di satu pihak kunjungan wisatawan ini meningkatkan pendapatan masyarakat, di lain pihak infrastruktur yang ada di pulau ini tidak mencukupi,” kata Purwoto.
Para tamu yang datang itu sebagian besar memilih tinggal di rumah penduduk, yang kini tidak lagi bermata pencarian sebagai nelayan, melainkan terjun ke dunia pariwisata. Akibatnya, beban di setiap rumah terus bertambah. Infrastruktur penerangan di Kepulauan Seribu bagian utara memang belum memadai. Hal ini disebabkan karena bagian utara belum tersambungkan melalui kabel listrik dalam laut.
”Kalau di bagian selatan sudah tersambungkan. Mudah-mudahan bagian utara pada tahun 2010 kabel listrik ini sudah tersambung,” kata Purwoto.
Sambil menunggu tersambungnya kabel listrik, petugas melakukan perbaikan dengan menggunakan suku cadang genset yang ada di pulau-pulau yang sudah tersambung listrik. ”Suku cadang dari genset di pulau-pulau bagian selatan bisa digunakan dulu biar genset di Pulau Pramuka bisa segera menyala,” tuturnya.
Untuk mencegah terjadinya kembali mati listrik total, Bupati Kepulauan Seribu Burhanuddin mengimbau masyarakat Kepulauan Seribu agar berhemat memakai listrik. Misalnya tidak menggunakan alat pengatur suhu ruangan dan lampu-lampu berdaya besar, serta menggunakan listrik secukupnya. (ARN)
