
Kinerja Pejabat Kepulauan Seribu Diawasi
Kepala Badan Pengawas Daerah (Bawasda) DKI Jakarta, Sukesti Martono, mengatakan, seluruh pejabat sektoral di Kepulauan Seribu akan diawasi kinerja dan kehadirannya dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan di wilayahnya masing-masing. Kebijakan ini dilakukan menyusul laporan banyaknya pejabat yang mangkir kerja.
Pengawasan itu itu utamanya ditujukan terhadap lurah, camat, dan bupati di Kepulauan Seribu. Bawasda menegaskan seluruh pejabat sektoral tersebut wajib berada di tengah masyarakat di Kepulauan Seribu. ”Sekda telah menginstruksikan masing-masing Seko untuk melakukan pengawasan terhadap setiap pejabat sektoral, termasuk di Kepulauan Seribu,” ujar Sukesti Martono, Senin (31/8).
Menurut Sukesti, jika ditemukan ada pejabat sektoral di Kepulauan Seribu yang jarang berada di wilayah tugasnya, mereka akan mendapat tindakan tegas dari Inspektorat.
Kepala Bawasda memberikan pengecualian terhadap para pejabat sektoral yang sedang melaksanakan tugas yang harus diselesaikan di darat. ”Sering ada lurah, camat, atau bupati yang melaksanakan tugas atau rapat di darat, ataupun untuk menghadiri acara yang diadakan Pemprov DKI. Maka, hal itu diberikan toleransi,” tambah Sukesti.
Mengenai banyaknya pejabat sektoral Kepulauan Seribu yang justru tinggal di darat, kepala Bawasda menyayangkan sikap tersebut. ”Bagaimana bisa melayani masyarakat, jika dirinya saja jauh dengan masyarakat,” katanya.
Krisis air
Mengenai masalah krisis air minum yang melanda masyarakat Pulau Untung Jawa, salah satu staf Dinas Perindustrian dan Energi, Agus Saryanto, mengatakan, pihaknya beserta beberapa petugas teknis akan meninjau langsung lokasi kerusakan, Selasa ini (1/9). ”Rencananya, jika dalam pemeriksaan petugas teknis kerusakan tidak terlalu parah, akan langsung diperbaiki hari itu juga.”
Menurut Agus, jika kerusakan yang ditemukan tidak mampu ditangani petugas teknis, ia akan melaporkan masalah ini ke kepala Dinas Pertambangan dan Energi untuk diambil langkah penanganan lebih lanjut. ”Intinya kerusakan ini akan kami perbaiki, namun kami tidak bisa menjanjikan kapan mesin air dapat kembali beroperasi,” tambahnya.
Petugas Dinas Perindustrian dan Energi ini menambahkan, masalah kerusakan saluran air reverse osmosis (RO) di Pulau Untung Jawa agak lama dalam proses penanganannya. Ini karena tidak ada Sudin Perindustrian dan Energi untuk wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu. ”Masalah ini langsung ditangani oleh Dinas Perindustrian dan Energi Pemprov DKI,” pungkas Agus.
sumber: republika.co.id, Selasa, 01 September 2009 pukul 01:17:00
Originally posted 2009-09-04 10:21:55. Republished by Blog Post Promoter
