Gubernur DKI Gelar Safari Ramadhan ke Kepulauan Seribu

No Comments
Tags:
Posted 10 Jul 2011 in News, Seputar Pulau Seribu

JAKARTA–Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, melakukan safari Ramdhan ke dua pulau di wilayah kabupaten Kepulauan Seribu. Dua pulau yang dikunjungi Foke, panggilanFauzi Bowo, adalah Pulau Pari dan Pulau Untung Jawa.
Kunjungan pertama Foke diawali ke Pulau Pari. Di pulau ini, Gubernur langsung menunaikan ibadah sholat Ashar dan dilanjutkan memberikan santunan kepada masjid setempat berupa uang sebesar Rp 21 juta ditambah dengan mushab Alquran.

“Mari di bulan yang penuh berkah ini kita meningkatkan hubungan tali silaturahmi antar umat muslim. Karena Islam akan menjadi kuat dan besar bila umatnya bersatu dan tidak meninggalkan Ukhuwah islamiyah serta memperbaiki akhlakul karimah,” kata Foke.

Dalam kesempatan itu, gubernur menegaskan, Kepulauan Seribu merupakan bagian tak terpisahkan dengan Pemprov DKI Jakarta. Sehingga tekad Pemprov DKI Jakarta melakukan pemerataan pembangunan wilayah Kepulauan Seribu merupakan sebuah keharusan.

“Masalah di Pulau Pari juga masalah Pemprov DKI Jakarta karena pulau ini bagian dari Kepulauan Seribu yang merupakan bagian wilayah yang tak terpisahkan dengan Pemerintahan DKI Jakarta,” ungkapnya.

Setelah beramah-tamah dengan sejumlah tokoh masyarakat, Foke melanjutkan agenda safari Ramdahan ke Pulau Untung Jawa. Di pulau ini, gubernur disambut antusias warga setempat. Putra asli Betawi ini diarak dengan tabuhan musik marawis dan rabana.

“Kembali saya katakan, di bulan yang suci ini mari kita berlomba-lomba meraih pahala dengan meningkatkan silaturahmi sesama umat Islam,” kata Foke dengan senyum sumringah.

Di Pulau Untung Jawa ini gubernur juga memberikan santunan sebesar Rp 21 juta dan mushab Alquran di Masjid Al-Ikhsan. Satunan dan mushab itu diterima pengurus masjid setempat. Selain itu, Foke berpesan kepada tokoh agama dan aparatur pemerintah agar menjaga persatuan dan kebersamaan.

“Kebersamaan dapat menjadi perisai bagi kita untuk menangkal semua aktivitas yang merugikan. Selalu waspada terhadap ajaran dan pengaruh baru yang belum tentu memiliki kemaslahatan bagi umat,” pungkas Foke.c02/kpo

Originally posted 2009-09-05 23:27:44. Republished by Blog Post Promoter


Add Your Comment