Pulau Onrust Island di Pulau Seribu

4 Comments
Tags: ,
Posted 24 Oct 2011 in News, Seputar Pulau Seribu

Untuk mencapai pulau Onrust sangat mudah, sebab ada 5 pelabuhan laut yang dapat mengantar penumpang ke pulau tersebut, yakni; pelabuhan Tanjung priok, Pelabuhan Marina ancol, Pelabuhan Pasar ikan,Pelabuhan Angke dan pelabuhan Muara Kamal. dari ke 5 pelabuhan tersebut yang paling dekat dengan pulau Onrust adalah
pelabuhan Muara Kamal. Dengan menggunakan perahu traditional dapat dicapai dalam waktu 10-15 menit saja.  Memang pulau Onrust adalah salah satu dari kawasan Kepulauan seribu yang terdekat dengan pantai Jakarta.

Mengapa disebut Onrust?

Penduduk di lingkungan kepulauan seribu mengenal pulau Onrust dengan nama pulau Kapal. Sebab asal-muasalnya pada pertengahan abad 17 hingga 18 di pulau ini banyak berlabuh kapal-kapal VOC yakni kongsi dagang Belanda yang oleh orang Indonesia disebut KOMPENI, karena banyak kapal-kapal di pulau itu maka penduduk sekitar atau nelayan menyebut nya sebagai Pulau Kapal.

Sebenarnya pulau yang disebut pulau Kapal ini telah diberi nama oleh orang-orang Belanda, nama itupun mengacu kepada kondisi pulau yang tak pernah henti hentinya membongkar muat barang-barang komoditi dan kegiatan perbaikan kapal kapal, nama nya pulau ONRUST. Onrust ini berasal dari bahasa Belanda yang berarti “tanpa istirahat” atau “sibuk”.  Nama ini dikenal sejak abad 17, namun hanya dikenal oleh kalangan orang Belanda saja dan para buruh yang dipekerjakan dipulau itu. Sedangkan penduduk setempat tetap mengenalnya sebagai pulau Kapal.

Apa yang pernah terjadi?

Jika kita simak masa lampau pulau Onrust dan sekitarnya secara jelas peranannya terlihat pada masa kolonial Belanda sekitar abad 17.  Namun sebelumnya pulau pulau tersebut dan beberapa pulau diperairan teluk Jakarta pernah menjadi tempat peristirahatan keluarga raja-raja Banten sebelum Belanda memanfaatkan bagi kepentingan penjajahan.

Dan pulau ini sempat menjadi pulau sengketa antara kerajaan Banten dan Jayakarta namun tidak pernah ada upaya penyelesaiannya. Jayakarta merasa memiliki pulau ini karena lokasinya dekat, hanya berhadapan dengan kota Jayakarta. Sedangkan Banten juga mempunyai hak atas pulau tersebut sebab seluruh kepulauan seribu bagian dari teritorial kekuasaannya. Namun sering kali kedua belah pihak bertindak sendiri sendiri untuk menunjukan kekuasaannya.

Segara setelah VOC mengirimkan armada pertamanya ke Asia terasa memerlukan dibautnya tempat pertemuan. Terlebih lebih setelah mereka gagal dalam usaha monopoli perdagangan di banten tahun 1610. Akhirnya VOC memutskan Jakarta sebagai tempat usaha perdangangannya.

Belanda meminta izin kepada Pangeran Jayakarta untuk menggunakan salah satu pulau di teluk Jakarta, Maka dilakukanlah perjanjian kedua belah pihak. Pihan Belanda diwakilkan oleh L. Hermit dan Jayakarta oleh Pangerannya sendiri.  Perjanjian ini berhasil disepakati dan ditanda tangani pada tanggal 10-13 November 1610.  Isi perjanjian itu adalah memperbolehkan orang orang Belanda mengambil kayu untuk pembuatan kapal-kapalnya di teluk Jakarta. Kapal-kapal yang berlayar ke Asia, terutama Asia Tenggara dan tinggal beberapa lama, sering memerlukan perbaikan kapal akibat perjalanan panjang. Atas dasar ini VOC berniat untuk membangun sebuah galangan kapal di Teluk Jakarta. Niat tersebut diijinkan oleh Pangeran Jayakarta.

VOC diijinkan menggunakan salah satu pulau yang ada diperairan teluk Jakarta. Pulau tersebut adalah pulau Onrust yang luasnya 12 hectar dan jaraknya 14km dari Jakarta.

Sekitar tahun 1613 VOC telah memulai pembangunan di pulau Onrust dengan mendirikan sebuah galangan kapal dan sebuah gudang kecil. dalam hubungan ini Jan Pieterzoon Coen mengharapkan pulau Onrust selain sebagai galangan kapal, juga ada koloni.  Oleh karena itu VOC mengirim keluarga Cina kepulau Onrust dengan diberikan berbagai fasilitas, diantaranya persediaan air minum yang cukup, selanjutnya Jan Pieterzoon Coen menjadikan pulau Onrust sebagai pulau pertahanan terdepan akibat memuncaknya ancaman Banten dan Inggris pada tahun 1618.

Pada tahun-tahun berikutnya dipulau Onrust terus dilakukan perbaikan sarana fisik untuk kepentingan VOC Belanda. Diantaranya pada tahun 1656 dibangun sebuah benteng kecil persegi empat dengan 2 bastion (bangunan yang menjorok keluar berfungsi sebagai pos pengintai).  Pada tahun 1671 bangunan benteng tersebut diperluas menjadi benteng bersegi Lima dengan bastion pada tiap tiap sudutnya namun bentuk tidak simetris.

Bangunan benteng ini seluruhnya terbuat dari bata dan karang. Pada tahun 1674 di pulau Onrust dibangun gudang gudang penyimpanan barang. gudang penyimpanan besi, dok tancap dan sebuah kincir angin. Semua ini di kerjakan oleh 74 tukang kayu dan 6 tukang lainnya.

Sekitar tahun 1674 dibangun sebuah kincir angin untuk keperluan penggergajian kayu. Gudang gudang kemudian juga dibangun untuk menyimpan barang barang yang akand dikirim ke Eropa. Karena gudang gudang yang ada di pulau Onrust sudah tidak dapat menampung, maka pulau Cipir yand disebelah selatannya dimanfaatkan pula untuk penyimpanan sementara barang barang komoditi.

Masa masa berikutnya, VOC giat melakukan pembangunan atas pulau Onrust seperti pada thaun 1691 dibangu sebuah kindir angin yang kedua, sebelumnya pada tahun 1674.   Sesuai dengan lajunya pembangunan di pulau Onrust, jumlah pekerja bertambah, sehingga pada tahun 1695 terdapat 148 abdi kompeni dan 200 budak. Pulau Onrust nampak semakin kuat sebagai pertahanan dan depot logistik VOC.

Dalam hubungan perang di Eropa tahun 1795. kedudukan Belanda di Batavia semakin tidak menentu. Terlebih lebih ketika armada Inggris dibawah pimpinan HL.Ball pada tahun 1800 melakukan blokade terhadap Batavia. Dalam blokade tersebut  pertama tama Inggris mengepung pulau Onrust dan sekitarnya lalu semua bangunan yang terdapat diatas pulau dimusnahkan.

Setelah pulau Onrust hancur, pada tahun 1803 Belanda merencanakan pembangunan kembali atas pulau Onrust sesuai dengan rencana kolonel DM Barbier.  Namun baru saja selesai dibangun, Inggris menyerang kembali tahun 1806 mengakibatkan pulau Onrust dan sekitarnya hancur berantakan. Serangan Inggris yang kedua ini dipimpin oleh Admiral Edwar Pellow.  Sisa sisa bangunan yang masih berdiri dihancurkan lagi oleh Inggris pada tahun 1810. Bangunan bangunan ini di pulau Onrust dan sekitarnya digunakan untuk kepentingan Inggris hingga Inggris angkat kaki dari Indonesia pada tahun 1827

Pulau ini mendapat perhatian kempali pada tahun 1827, masa Gurbenur Jenderal GA. Baron Van Der Capellen. pekerjaannya dimulai pada tahun 1828 dengan pekerja pekerja yang terdiri dari orang orang pribumi dan orang orang Cina, diantaranya terdapat pulau orang orang tahanan. Baru pada tahun 1848 kegiatan dipulau Onrust dapat berjalan kembali. Kemudian pada tahun 1856 arena pelabuhan ditambah lagi dengan sebuah dok terapung yang memungkingkan perbaikan kapal di laut.  Setelah dibangun nya pelabuhan Tanjung priok pada tahun 1883 maka pulau Onrust semakin hilang peranannya dalam dunia perkapalan dan pelayaran.

Baru kemudian pada tahun 1905 pulau Onrust mendapat perhatian lagi dengan didirkan nya station cuaca dipulau ini dan pulau Kuyper (Cipir). Namun pada tahun 1911 pulau Onrust diubah fungsinya menjadi karantina haji hingga tahun 1933 sampai 1940. Pulau Onrust dijadikan sebagai tempat tawanan para pembrontak yant terlibat dalam “peristiwa Kapal Tujuh” (Seven Provicien). Kemudian pada tahun 1940 dijadikan sebagai tempat tawanan orang orang Jerman.

Setelah Jepang menguasai Batavia pada tahun 1942, peranan pulau Onrust dan sekitarnya semakin tak penting, Jepang telah memperhitungkan bahwa pulau pulau tersebut tidak potensial sebagai pertahanan karena telah dikenal pesawat tempur udara. Pulau tersebut hanya berpotensi ketika teknologi perang dengan kapal lau sebelum perang dunia. Jepang hanya menjadikan pulau Onrust sebagai penjara kecil bagi para penjahat kriminal kelas berat.

Pada masa Indonesia merdeka pulau Onrust  ini dimanfaat kan sebagai Rumah sakit karantina bagi penderita penyakit menular dibawah pengawasan Departemen Kesehatan RI hingga awal tahun 1960 an. Rumah sakit ini kemudian dipindahkan ke pos VII pelabuhan Tanjung Priok.

Antara tahun 1960-1965 pulau Onrust dimanfaat kan untuk penampungan para gelandangan dan pengemis. Selain itu dimanfaatkan pulau untuk latihan militer. Setelah itu pulau ini terbengkalai hingga awal tahun 1970. Akibat terbengkalainya pulau Onrust, banyak penduduk sekitar pantai Jakarta menganggap pulau ini tidak bertuan.  Kejadian yang sangat disayangkan adalah terjadinya pembongkaran dan pengambilan material bangunan secara besar besaran pada tahun 1968 oleh penduduk atas ijin kepolisian setempat. Akhirnya sebagian besar bangunan bersejarah rata dengan tanah seperti yang anda saksikan sekarang.

Upaya penyelamatan pulau bersejarah ini dilakukan pada tahun 1972 ketika Gubenur KDKI Jakarta mengeluarkan Keputusan yang menyatakan pulau Onrust sebagai pulau bersejaran yang dilindungi.

Apa yang direkontruksi

Paling tidak ada 4 tahap pembangunan di pulau Onrust akibat hancur bangun. dari 4 tahap tersebut tentunya diperoleh 4 denah lokasi keletakan bangunan bangunan di pulau Onrust. Dengah yang paling menarik adalah dengah dari masa aal atau tahap pertama pulau Onrust seperti yang digambarkan dalam sebuah peta oleh JW Heijdt tahun 170 dan atas dasar peta ini dan beberapa gambar lama tentang Onrust diupayakan rekrontruksinya dalam bentuk maket.

Benteng

Pulau Onrust sebagai pulau pertahanan terdepan untuk menjaga Batavia, namun acapkali mendapat ancaman akibat konflik dengan Banten. Akhirnya Gubenur Jenderal dan Dewan pada tahun 1656 memutuskan untuk memperkuat pulau Onrust. Arsitel Listingh membuat rancangan benteng, rancangan ini terdiri dari sebuah belah ketupat dengan dua bastion yang besebrangan secara diagonal. Dengan demikian dari semua gordijn bisa dilepaskan tembakan dari kiri kanan, Antara rancangan dan pelakasanaan berlau berberapa tahun.  Mungkin pembangunan dilakukan sesudah 1659. Benteng itu pada tahun 1691 dibongkar sama sekali karena sudah runtuh.

Dalam tahun 1659 dibangun sebuah gudang dari kayu besar untuk menyimpan 2.000 last beras, kapasitas gudang ternyata dalam tahun 1664 sudah terlalu kecil, Berhubung dengan perang Inggris kedua (1665-1667) pembangunan baru untuk sementara harus ditunda. Oleh karena bertambah banyaknya pekerjaan, lebih banyak diperlukan  ruang tempat tinggal , ruang kerja dan ruang penyimpanan. Karena itu dalam tahun 1671 diputuskan untuk memperbesar benteng menjadi 5 sudut yang tidak simetris.

Pembuatan dilakukan bertahap, Mungkin orang mulai membangun baterai besar disebelah utara sebagai satu satunya yang diselesaikan dalam rancangan. Akhir Maret 1672 pembangunan diborongkan, bulan Januari 1674 tembok tembok dalam dan luar diselesaikan. Rencana rencana untuk membangun sebuat depot amunisi yang besar berasal dari tahun 1685 dibangun pada bastion utara. Barangkali inilah depot amunisi dengan atap runcing yang tinggi di beterai besar. Disini menyusul pembuatan bastion barat daya dari batu (1689). Tahun 1691 diputuskan untuk membangun bastion tenggara dan lain-lain bagian benteng. Tapi tampaknya pada waktu yang sama diputuskan untuk melaksanakan 3 bastion dan courtine courtine diseblah selatan dan timur yang terbuat dari kayu dan batu.

Kincir Angin

Pulau Onrust terdapat 2 buah kincir angin yang terletak dibagian luar utara benteng atau pada bagian barat laut dan timur laut pulau. Kincir angin yang pertama terletak disebelah barat dibangun pada tahun 1674, sedangkan yang kedua dibangun tahun 1691. Kincir ini berfungsi sebagai penggergajian kayu. Galangan kapal VOC Amsterdam dalam tahun 1660 mulai menggunakan kincir gergaji kayu. Karena pabrik dan bengkel ini mempunyai fasilitas pembangunan kincir yang tidak dimiliki oleh pabrik lainnya, maka tampaknya dengan sendirinya rancangan kincir-kincir yang ada di pulau Onrust itu dibuat di Amsterdam. Dari negeri Belanda setiap tahun dikirim onderdil onderdil cadangan seperti perkakas dan gergaji gergaji kincir.  Pada tiap kincir ada kolam untuk menyimpan kayu kayu gelondongan yang akan dipotong menjadi papan.

Gereja

Bangunan gereja ini dibangun bersamaan dengan perluasan benteng pada tahun 1671. namun bentuknya kecil dan sederhana terbuat dari kayu. Gubenur jendral Durven dalan tahun 1729 memutuskan untuk memperbaharui gereja menjadi gereja yang terbuat dari batu dan bata. Hasilnya adalah salah satu gereja VOC yang bermenara langka.

Gudang, Rumah dan Bengkel.

Deskripsi oleh Heydt (1735) menunjukan buat pertama kalinya sebuah denah dan sebuah deskripsi dari pembangunan dipulau itu. Gudang gudang, rumah dan bengkel tukang besi disebelah barat dan disebelah timur langsung berdempetan dengan tembok benteng. Sebuah serambi beratap menghubungkan bastion bastion yang satu sama lainnya.  Persamaannya dengan gudang gudang Batavia amat menyolok. beberapa rumah perusahaan dipulau Onrust dalam periode itu sedang diperbaharui.

sumber: Pulau Onrust / Onrust Island @ Dinas Museum & Sejarah DKI Jakarta 1994

Originally posted 2009-11-06 14:57:01. Republished by Blog Post Promoter


4 Trackbacks/Pingbacks

  1. Keunikan dan Keindahan pulau Seribu | Harga Hotel 20 07 11
  2. Wisata Museum di Jakarta | Hotel Jakarta 10 09 11
  3. Keunikan dan Keindahan pulau Seribu | Tarif | Harga Hotel Murah 25 12 11
  4. Wisata di Jakarta | Wisata Indonesia 04 01 12

Add Your Comment