JAKARTA: Pemprov DKI akan memperluas jaringan listrik di Kepulauan Seribu pada 2010, bersamaan dengan proyek perbaikan teknologi kelistrikan kabel bawah laut. Biaya perluasan jaringan itu diperkirakan Rp160 miliar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI, Maurits Napitupulu mengatakan perluasan jaringan itu diperlukan agar warga Kepulauan Seribu bisa menekan pengeluaran untuk energi, sehingga produktivitasnya bisa meningkat.
“Selama ini warga Kepulauan Seribu kan memakai genset. Rakyat harus membeli solar sebagai sumber energinya. Nah ini boros, jadi perlu ada listrik. Jangkauan listrik ini yang ingin kami perluas,” ujarnya di Jakarta akhir pekan lalu.
Teknologi kabel bawah laut pertama masuk di Kepulauan Seribu pada tahun 2008, yakni ke Kecamatan Selatan dengan anggaran Rp111 miliar. Saat masih pakai genset listrik hanya hidup 16 jam per hari. Kini, masyarakat bisa menikmati listrik 24 jam.
Mauritz menambahkan apabila dibandingkan dari sejak masuknya listrik lewat kabel bawah laut, biaya yang harus dikeluarkan warga Kepulauan Seribu kini jauh lebih irit. Karena itu, proyek perluasan jangkauan jaringan listrik itu akan segera direalisasikan.
“Kami berharap proyek ini juga bisa menyelesaikan persoalan padamnya listrik ke Kepulauan Seribu dalam jangka panjang.”
Pemprov DKI sebelumnya menargetkan kebutuhan listrik untuk seluruh warga Kabupaten Kepulauan Seribu bisa terpenuhi selama 24 jam pada tahun 2012, menyusul rencana pembangunan jaringan listrik tahap II pada 2011 senilai Rp117 miliar.
Saat ini, program yang baru berjalan adalah tahap I, yakni pembangunan jaringan listrik dari Teluk Naga, Tanjung Pasir, Pulau Untungjawa, Pulau Lancang Kecil, Lancang Besar, Pulau Payung, Pulau Tidung Kecil, dan Pulau Tidung Besar.
Kabel yang digelar mencapai 46 kilometer dengan nilai proyek Rp114 miliar. Untuk tahap II akan dibangun jaringan yang menyambung aliran listrik ke Pulau Pramuka, Pulau Panggang, Pulau Kelapa, dan sejumlah pulau-pulau kecil lainnya.
Program strategis
Gubernur DKI Fauzi Bowo mengatakan program pengadaan kabel listrik bawah laut di Kep. Seribu merupakan program strategis yang sangat dibutuhkan masyarakat kepulauan.
Saat ini baru wilayah Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan yang sudah teraliri listrik 24 jam.
“Sambungan listrik bawah laut sudah diprogramkan multiyears dengan terbagi dua tahapan. Tahap awal sudah berjalan untuk wilayah Kep. Seribu Selatan dan 2012 nanti kita berharap program ini bisa berjalan secara keseluruhan,” ujarnya.
Fauzi menjelaskan program listrik ini menggunakan sistem prabayar, yang sekaligus bertujuan memberikan pelajaran bagi masyarakat untuk tidak berlaku boros. Sebab, warga akan menggunakan daya listrik untuk keperluan yang penting.
“Program ini murni dibiayai dari APBD DKI Jakarta dengan besar biaya yang cukup besar. Dibandingkan dengan pendapatan per kapita warga Kep. Seribu program ini termasuk investasi yang mahal,” katanya.
Selain menyoal listrik kepada warga kelurahan tersebut, gubernur juga menyebutkan pemprov akan mengejar target penyelesaian pelabuhan Kali Adem di Muara Angke sebagai gerbang masuk warga Kep. Seribu ke Jakarta daratan. (K48/ Bastanul Siregar)
