Pelabuhan Muara Angke Terlihat Kumuh

No Comments
Tags: ,
Posted 20 Aug 2011 in News, Seputar Pulau Seribu
Bupati Kepulauan Seribu

Bupati Kepulauan Seribu

BERITAJAKARTA.COM — 17-09-2009 15:01

Buruknya kondisi Pelabuhan Muara Angke membuat Bupati Administrasi Kepulauan Seribu, Burhanuddin, mengaku cukup prihatin. Sebab, pelabuhan ini menjadi tempat bersandarnya kapal tradisional angkutan penumpang atau akrab disebut kapal ojek. Di mana kapal ojek tersebut merupakan sarana transportasi satu satunya yang digunakan warga Kepulauan Seribu untuk menuju Jakarta Utara dan sebaliknya.

Sehingga, pada musim mudik Lebaran tahun ini, jumlah penumpang di Pelabuhan Muara Angke dipastikan akan melonjak. Sayangnya, sejauh ini sarana dan prasana di pelabuhan tersebut kurang memadai dan terkesan kumuh. Di sepanjang dermaga sandar dipenuhi gerobak pedagang kaki lima (PKL) dan warung-warung semi permanen yang jumlahnya sekitar 12 warung.

Parahnya lagi, selain dijadikan pelabuhan penumpang, Pelabuhan Muara Angke juga menjadi pelabuhan bongkar muat ikan. Sehingga, dermaga tersebut selalu becek dan bau amis. Bahkan, jalan masuk menuju areal dermaga sudah rusak parah. “Kita sudah ada rapat koordinasi dengan Jakut. Buktinya, tenda kita sudah kita siapkan, tapi penunjang lain belum digusur. Seharusnya, warung yang kumuh tidak boleh ada di situ. Sehingga, agar penumpang mendapatkan kenyamanan saat menunggu kapal berangkat,” jelas Burhanuddin, saat meninjau kesiapan Pelabuhan Muara Angke menghadapi musim mudik Lebaran 2009, Kamis (17/9).

Jika kondisi ini diketahui gubernur, kata bupati, bisa jadi ini menjadi catatan tersendiri. Karena itu, permasalahan ini memang harus segera di koordinasikan dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara. “Jakut juga bagian dari DKI. Jadi untuk mengegolkan proyek ini saya akan sering-sering berkoordinasi dengan walikota Jakarta Utara,” kata bupati seraya menunjuk hamparan sampah dan ceceran bekas darah ikan yang berbau amis.

Kemudian bupati meninjau pos keamanan, setelah itu bupati juga mengunjungi salah satu kapal ojek. Dia berkesempatan berbicara dengan salah seorang penumpang. “Ibu sakit, kok tidur mululu. Kalau sakit segera berobat di posko kesehatan dan PMI,” saran bupati seraya menunjuk pos kesehatan dan pos PMI cabang Kepulauan Seribu. Pada keberangkatan hari ini dibutuhkan hingga 6 ojek dengan kapasitas muat angkut penumpang maksimal sebanyak 80 orang per kapal untuk tujuna Pulau Kelapa, Pulau Tidung, dan Pulau Panggang.

Reporter: furqon

Originally posted 2009-09-19 20:08:45. Republished by Blog Post Promoter


Add Your Comment