Syahrullah, dari Nelayan Jadi Juragan

No Comments
Tags:
Posted 27 Apr 2010 in News, Seputar Pulau Seribu

Komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan di Kepulauan Seribu terus dibuktikan. Salah satunya, melalui bantuan operasional nelayan yang digulirkan pada 28 Desember 2008 lalu. Bantuan yang diberikan kepada setiap nelayan bervariasi, yakni 1.728.000 untuk kapal ukuran kecil, 2.340.000 untuk kapal ukuran sedang, dan 3.456.000 untuk kapal ukuran besar.

Bantuan tersebut ternyata sangat bermanfaat bagi nelayan. Salah satunya diungkapkan Syahrullah, warga RT 03/04 Kelurahan Pulau Panggang. Pada Desember lalu, ia mendapatkan bantuan operasional nelayan sebesar Rp 2.340.000 dari Pemprov DKI Jakarta. Uang ini kemudian ia belanjakan 200 boks untuk penyimpanan ikan dan sebagian lagi untuk modal usaha.

Setelah tiga bulan berjalan, ternyata usaha dagang ikan Syahrullah berkembang pesat. Karenanya, ia terus menekuni usaha ini. Sementara kapal miliknya dipercayakan kepada salah satu rekannya agar tetap bisa melaut dan menghasilkan uang. “Ikan kita beli langsung dari para nelayan. Lalu, saya taruh di dalam boks-boks dan saya jual lagi ke TPI Muara Angke,” ungkapnya kepada beritajakarta.com, di Muara Angke, Jakarta Utara, Jumat (3/7).

Dia mengakui, saat ini usahanya telah berkembang pesat. Bahkan, selama dua bulan terakhir ini, rata-rata ikan yang ia jual sudah mencapai 160 boks per hari. “Harga ikan dari nelayan sekarang sudah pada naik. Jadi saya hanya mendapat untung sekitar 40 persen tiap jenis ikan yang terjual,” tambahnya.

Meski harga ikan sudah pada naik, namun usaha Syahrullah masih bisa berjalan. Sebab, pembayaran ikan kepada nelayan bisa ditempo. “Kalau modal lagi cekak, saya bisa mengambil ikan dulu dari nelayan. Setelah ikan terjual, uang mereka saya bayar,” ucapnya.

Ia mengaku sangat bersyukur atas adanya bantuan operasional nelayan ini. Sebab, atas bantuan ini ia tidak lagi melaut. Bahkan, sekarang ia sudah mempunyai anak buah untuk mengemas ikan ke dalam boks. “Ya. namanya usaha kecil-kecilan mas, paling beberapa orang kita ajak kerja,” ujar Syahrullah, merendahkan hati.

Tekadnya beralih profesi dari nelayan menjadi pedagang ikan ini, salah satunya dilatarbelakangi oleh harga ikan di Kepulauan Seribu yang selalu anjlok. Padahal, harga ikan di Jakarta Utara tetap tinggi. Dan ditengarai ada sejumlah tengkulak yang sengaja mempermainkan harga. Karena itu, sebagai orang pulau asli, ia merasa tergugah untuk meningkatkan kesejahteraan warga Kepualauan Seribu.

“Alhamdullilah, pemerintah memberikan pinjaman jadi saya langsung bisa bergerak. Sebelumnya, mereka menjual ikan dengan cara langsung ke warga dan ada juga ke tengkulak, tapi harganya kurang bagus,” ujarnya.

Karenanya, tahun ini, syahrullah berharap kepada Pemprov DKI Jakarta untuk memberikan bantuan operasional lagi. Sehingga, para nelayan dan pegusaha ikan di Kepulauan Seribu bisa meningkatkan kesejahteraannya. “Waktu Pak Gubernur Fauzi Bowo ke Pulau Panggang saya langsung menyampaikan ucapan terimah kasih. Dan saya sampaikan juga agar pemerintah memberikan bantuan operasional nelayan lagi. Karena bantuan operasional nelayan yang pertama kali itu sangat membantu warga di sini. Dan Pak Gubernur bilang mau bantu lagi,” katanya, seraya menuturkan saat ini di Kepulauan Seribu terdapat 3.010 nelayan.

BERITAJAKARTA.COM

Originally posted 2009-08-30 21:19:13. Republished by Blog Post Promoter


Add Your Comment