Ratusan Emas Batangan Hadir di Museum BI

No Comments
Tags:
Posted 21 Jul 2010 in Berita Jakarta, News

BERITAJAKARTA.COM — 22-07-2009 16:12
Museum Bank Indonesia (BI) kini tampil memukau. Betapa tidak, koleksi benda-benda antik di museum ini terus ditambah. Dan baru-baru ini, pengelola menambah koleksi berupa emas batangan di ruang gold. Di dalam ruangan tersebut, terdapat ratusan emas batangan yang tertata rapi menyerupai piramida di dalam sebuah etalase.

Kendati demikian pengunjung tak perlu khawatir. Sebab, di luar etalase tersebut, pengelola menyediakan satu emas batangan. Sehingga, pengunjung bisa menyentuh langsung benda berharga tersebut. “Setiap emas batangan memiliki berat 13,5 kilogram. Dan kemungkinan besar ruang gold ini akan menjadi salah satu tempat favorit pengunjung,” kata Gede Aryana, Kepala Museum Bank Indonesia, Rabu (22/7).

Selain ruang gold, pengelola juga menambah dua ruangan lagi, yakni perpustakaan dan pusat informasi dengan layar sentuh (touch screen). Karena itu, seluruh pengunjung bisa memanfaatkan fasilitas ini untuk mendapatkan informasi lebih jauh tentang sejumlah koleksi yang ada di Museum BI.

Dengan adanya penambahan tiga ruangan ini berarti di Museum BI terdapat 9 ruangan. Sebab, sebelumnya sudah ada 6 ruangan, yakni ruang peralihan, ruang teater, ruang sejarah pra-Bank Indonesia, ruang sejarah Bank Indonesia, ruang numismatik, dan ruang auditorium.

Dari 6 ruangan yang sudah ada tersebut yang paling diminati pengunjung, khususnya anak-anak adalah ruang peralihan. Di sini pengunjung bisa menikmati atraksi permainan interaktif melalui proyektor khusus yang menampilkan mata uang melayang. Ketika pengunjung berhasil menangkap salah satu gambar uang berbentuk koin, maka secara otomatis keluar informasi pada layar tentang jenis uang sekaligus tahun pembuatan.

“Pengunjung banyak yang mengaku senang dengan ruang peralihan, karena ruangan ini memang dianggap sebagai ruang penyambutan atau yang pertama kali dimasuki,” terang Gede.

Museum BI ini dibuka untuk umum sejak 15 Desember 2006 dan dibuka untuk umum yang kedua kali dan sekaligus diresmikan pada Selasa 21 Juli 2009. Sebab, untuk menjadikan museum bertaraf internasional membutuhkan waktu lama. “Kini Museum Bank Indonesia tampil dengan wajah baru melalui penambahan berbagai koleksi,” tandasnya.

Wakil Walikota Jakarta Barat, Burhanuddin, menyambut baik pembukaan Museum BI ini. Ia berharap dengan adanya penambahan koleksi di Museum BI bisa menambah daya tarik tersendiri di kawasan Kota Tua. Adapun lokasi Museum BI terdapat di Jl Pintu Besar Utara Nomor 3, Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. “Dengan semakin lengkapnya koleksi di Museum Bank Indonesia, tentu akan semakin menarik minat pengunjung yang datang,” ungkapnya.

Sebab, sejauh ini andalan daya tarik di kawasan Kota Tua masih tergantung dari koleksi di museum-museum, seperti halnya di Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah, Museum Keramik, Museum Wayang, Museum Bank Mandiri, dan terakhir Museum Bank Indonesia. “Salah satu andalan wisata Kota Tua adalah keberadaan museum-museum ini,” tandasnya.

Reporter: purwoko

Originally posted 2009-08-21 18:22:53. Republished by Blog Post Promoter


Add Your Comment