Pelayanan Kapal Ojek Perlu Ditingkatkan

No Comments
Tags:
Posted 28 Aug 2009 in News, Uncategorized
BERITAJAKARTA.COM — 17-06-2009 19:44

Kebutuhan transportasi warga Kepulauan Seribu memang masih mengandalkan kapal angkut penumpang yang biasa disebut kapal ojek. Upaya untuk memperbaiki moda transportasi penyeberangan ini sudah dilakukan, kenyataannya masyarakat tetap memilih kapal ojek. Kendati begitu ada kelemahan dari segi pelayanan dan kondisi ini yang didesak Gubernur DKI Jakarta untuk segera diperbaiki Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan (Pemkab Kep) Seribu.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan, sebenarnya sejumlah perusahaan angkutan telah mengajukan permohonan untuk mengelola sistem penyeberangan di Kep Seribu. Namun, hasil kajian dari Pemkab Kep Seribu, saat ini pengadaan sistem angkutan baru tidak tepat. Untuk itu, sistem angkutan lama berupa angkutan tradisional atau ojek diperbaiki. “Membuat angkutan baru harganya lebih mahal, ojek ini lebih fleksibel. Angkutan baru yang disedikan tetap saja tidak dinaiki warga. Mereka malah kembali menaiki ojek,” ungkap gubernur di Kantor Bupati Pemkab Kep Seribu, Rabu (17/6).

Diakui Fauzi, kapal ojek yang dikelolah warga setempat memiliki kelemahan yakni, kerap mengangkut penumpang melebihi kapasitas. “Ini yang menjadi tugas Pemkab Kep Seribu untuk diperbaiki,” tukasnya. Baiknya, saran Fauzi Bowo, pemkab memberikan subsidi berupa fasiltas supaya kapal ini lebih aman, lebih terkontrol, dan lebih baik pelayanannya.

Apalagi dengan kapal ojek, menurut gubernur, wisata bahari di Kepulauan Seribu semakin terangkat kepermukaan karena biaya wisata jadi terjangkau warga Jakarta Daratan. “Jumlah kunjungan saat ini ke Kepuluan Seribu luar biasa, Pulau-pulau wisata pemukiman seperti Pulau Untung Jawa, atau Pulau Pramuka dikunjungi lebih 500 orang per pekan. Peluang ini yang harus dimanfaatkan pemkab untuk meningkatkan pelayanan transportasi yang ada,” katanya.

Untuk meningkatkan pelayanan transportasi kapal ojek, sebenarnya Pemkab Kep Seribu telah dilakukan. Upaya tersebut diantaranya dengan memberikan life jacket, pelampung, GPS, dan radio kontrol terhadap 34 kapal ojek yang beroperasi melayani penyebarangan. “Secara bertahap kita akan perbaiki kualitas pelayanan kapal ojek. Yang terpenting unit terkait juga harus ikut serta,” kata Abdul Rachman Andit Bupati Kep Seribu.

Menurutnya, transportasi merupakan hal utama yang sedang diperbaiki karena menjadi kebutuhan vital masyarakat pulau. Seharusnya Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang memiliki kewenangan lebih meningkatan pengawasan terhadap proses keberangkatan kapal ojek. “Kalau Syahbandar Kepulauan Seribu berfungsi baik, peristiwa kelebihan penumpangan pada ojek tidak akan terjadi,” tandasnya.

Sekedar untuk diketahui, Kepulauan Seribu memiliki 105 gugusan pulau. Saat ini 11 pulau diperuntukan bagi pemukiman, sisanya terbagi secara peruntukan menjadi pulau konservasi dan observasi, pulau cagar budaya, pulau peristirahatan, dan pulau pariwisata.

Sejak 2002, Pulau Untung Jawa dijadikan pulau wisata pemukiman dan hingga kini kunjungan wisata lokal mencapai 3.000 orang saat akhir pekan dan hari libur. Keberhasilan Pulau Utung Jawa diikuti oleh Pulau Pramuka, saat ini tak kurang 500 orang berkunjung ke pulau yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

Sayangnya, meningkatnya daya kunjung wisata tidak dibarengi dengan penyediaan fasilitas transportasi yang memadai. Untuk itu, kunjungan gubernur diharapkan dapat memberikan solusi bagi permasalahn yang terjadi. Karena, di masa mendatang bisa saja Kepulauan Seribu benar-benar menjadi destinasi wisata Jakarta.

Reporter: furqon


Add Your Comment