Berita seputar Pulau Seribu
Sekitar tahun 80 an, saya menjenguknya. Benteng peninggalan masa pemerintahan kolonialisme Belanda terlihat tidak terus. Sebuah pohon besar berdiri dekat benteng sehingga makin menghancurkan bangunannya. Bentuknya bulat tetapi tidak utuh karena tergerus zaman. Agak menyeramkan ketika saya turun ke bagian bawah dan terowongannya hampir tidak bisa dilewati karena kondisinya. Ada perasaan waswas waktu itu. Jangan-jangan dalam terowongan ini terdapat sarang ular. Saya mengurungkan niat untuk masuk ke dalam.
Salah seorang (entah siapa yang mengatakkannya) memberitahukan, konon terowongan ini menghubungkan antara Pulau Bidadari dengan sebuah Benteng di kawasan Monas. Waktu itu saya terus berpikir, mungkinkah ? Imajinasi saya langsung membayangkan sebuah terowongan panjang yang membelah laut lalu menyembul di daerah di dekat Monas. Wih, betapa hebatnya. Sayangnya, ini cuma cerita isapan jempol semata.
Bisa dibayangkan berapa dana yang harus dikeluarkan untuk membangun sebuah ter…
